SULAWESI SELATAN — Dua penulis di bawah naungan Grasindo meraih penghargaan utama dalam IKAPI Awards 2026 yang diserahkan di pembukaan Indonesia International Book Fair (IIBF) 2026 di Jakarta Convention Center, Jakarta, 5 Oktober 2026. Brian Khrisna menyabet Writer of the Year, sementara M. Sutandi memenangi Children's Book of the Year lewat buku Whispers of the Shadow, Three Tales of Wonder. Simak perjalanan karya keduanya yang menyasar pembaca dari kalangan dewasa hingga anak-anak.
Penghargaan Writer of the Year menandai sembilan tahun perjalanan Brian Khrisna di dunia kepenulisan. Penulis asal Bandung ini memulai kariernya pada 2016 lewat buku Merayakan Kehilangan, lalu konsisten melahirkan karya sastra populer yang mengangkat kehidupan sehari-hari, hubungan antarmanusia, dan refleksi diri.
Sepanjang perjalanannya, Brian telah menerbitkan sejumlah judul yang akrab di kalangan pembaca muda Indonesia. Deretan karyanya mencakup Kudasai (2019), Sisi Tergelap Surga (2023), Bandung Menjelang Pagi (2024), 23:59 (2025), hingga Setelah Melompat Aku Ingin Hidup (2026).
Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati Tembus Mega Best Seller
Salah satu karya Brian yang paling banyak dibicarakan adalah novel Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati (2025). Novel ini meraih predikat mega best seller dan kini tengah bersiap diadaptasi ke layar lebar.
Ceritanya mengangkat pergulatan seseorang menghadapi depresi ketika harapan terasa menjauh dan hidup kehilangan makna. Alur novel menelusuri perjuangan batin, luka masa lalu, serta perasaan terasing yang kerap sulit dipahami orang lain.
Di tengah situasi itu, Brian menghadirkan momen-momen kecil yang membuka ruang bagi harapan baru. Pertemuan tak terduga, kata-kata yang menguatkan, dan hal sederhana yang sebelumnya terabaikan menjadi bagian dari perjalanan tokoh memaknai hidup.
Whispers of the Shadow: Ajakan Mengenal Diri untuk Anak
Di kategori bacaan anak, M. Sutandi membawa pulang penghargaan Children's Book of the Year lewat buku Whispers of the Shadow, Three Tales of Wonder (Self-Discovery Season). Buku ini mengajak pembaca cilik mengenali diri dan memahami nilai-nilai kehidupan melalui tiga cerita.
Latar belakang pendidikan Sutandi di bidang Psikologi Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta, ikut membentuk pendekatan dalam karyanya. Ia lulus sebagai mahasiswa terbaik pada 2015.
Buku tersebut dilengkapi ilustrasi berwarna yang mendukung pengalaman membaca sekaligus membantu anak mengeksplorasi cerita secara interaktif. Ke depan, Sutandi ingin mengembangkan bacaan yang memadukan hiburan dengan pengenalan nilai-nilai kehidupan bagi anak sejak usia dini.
Apresiasi untuk Industri Perbukuan Indonesia
IKAPI Awards merupakan bentuk apresiasi Ikatan Penerbit Indonesia kepada penulis dan pelaku industri perbukuan yang berkontribusi bagi perkembangan literasi tanah air. Ajang ini memberi pengakuan terhadap karya yang memperkaya pengalaman membaca masyarakat lewat ide, imajinasi, dan penyampaian gagasan.
Penghargaan diserahkan saat pembukaan Indonesia International Book Fair (IIBF) 2026 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, 5 Oktober 2026. Kedua penulis berkarya di bawah naungan Gramedia Widiasarana Indonesia (Grasindo).
Bagi Brian, penghargaan ini menjadi pemicu untuk terus berkarya. "Saya sangat bersyukur dan berterima kasih pada IKAPI, IIBF, serta Penerbit Grasindo dan para pembaca yang selalu menemani perjalanan saya. Penghargaan ini menjadi pemicu untuk terus berkarya dan menghadirkan cerita yang dekat di hati pembaca," ungkapnya.
Sutandi menyebut penghargaan tersebut sebagai ruang apresiasi bagi literasi anak Indonesia. "Penghargaan Children's Book of the Year ini adalah ruang apresiasi yang luar biasa bagi pengembangan literasi anak di Indonesia. Saya berharap buku Whispers of the Shadow dapat terus menjadi jendela pengetahuan, ruang imajinasi, serta pemantik rasa cinta membaca sejak dini bagi generasi penerus bangsa," tuturnya.
Dua kemenangan ini menunjukkan bahwa cerita yang dekat dengan pengalaman manusia, baik untuk pembaca dewasa maupun anak-anak, tetap punya tempat di hati pembaca Indonesia.