MAKASSAR — Kepala OJK Sulselbar Moch. Muchlasin menyebut indeks literasi keuangan Sulawesi Selatan pada 2026 berada di angka 61,03 persen, sementara indeks inklusi keuangan mencapai 94,27 persen. Dua angka itu jadi pijakan OJK merancang program lanjutan di daerah.
Untuk mendorong kenaikan kedua indeks, OJK menjalankan Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (Gencarkan). Sepanjang 2026, tercatat 198 kegiatan literasi keuangan dengan jangkauan 2.204.391 peserta.
Siapa Saja yang Disasar Program Gencarkan
Gencarkan menyasar pelajar, mahasiswa, Aparatur Sipil Negara (ASN), kelompok ibu-ibu, nelayan, petani, pelaku UMKM, kaum difabel, hingga warga di wilayah perdesaan. Jangkauan yang lebar itu membuat program ini menyentuh hampir semua lapisan masyarakat Sulawesi Selatan.
Efektivitas program terlihat dari hasil pre-test dan post-test peserta. Rata-rata skor pemahaman naik dari 8,41 menjadi 9,57 pada skala penilaian 1–10.
"Mendorong peningkatan kedua indeks tersebut, OJK melaksanakan Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (Gencarkan). Sepanjang 2026, tercatat sebanyak 198 kegiatan literasi keuangan dengan total jangkauan mencapai 2.204.391 peserta," ujar Muchlasin.
158.590 Merchant UMKM Terhubung QRIS
Selain rekening pelajar, OJK Sulselbar memperluas akses layanan keuangan lewat digitalisasi transaksi UMKM. Sebanyak 158.590 merchant tercatat menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) untuk mendukung pembayaran digital.
Penguatan inklusi keuangan juga berjalan melalui program Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI). Pada 2026, program ini mencakup tiga kegiatan edukasi keuangan dan business matching, plus pengembangan enam desa Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).
Enam desa tersebut meliputi Desa Angkue di Kabupaten Bone, Tongke-tongke di Kabupaten Sinjai, Bentenge di Kabupaten Bulukumba, Balangloe di Kabupaten Jeneponto, Aeng Batu-batu di Kabupaten Takalar, serta Untia di Kota Makassar.
Program Hapus Ikatan Rentenir dan Klasterisasi UMKM
OJK juga menjalankan Program Hapus Ikatan Rentenir di Sulawesi untuk membantu warga terbebas dari jeratan rentenir. Hingga Juni 2026, tercatat 34.084 rekening aktif dalam program tersebut.
"Sebanyak 34.084 jumlah rekening aktif yang tercatat hingga Juni 2026," kata Muchlasin.
Di sektor pemberdayaan UMKM, OJK Sulselbar menjalankan klasterisasi ekosistem bisnis. Sepanjang periode 2022–2025, program ini mencatat 1.611 klaster dan 22.275 debitur dengan total plafon kredit Rp644,46 miliar.
Sebanyak 46,12 persen dari penyaluran kredit itu diarahkan ke sektor pertanian, perburuan, dan kehutanan. Porsi tersebut menunjukkan besarnya pembiayaan yang masuk ke sektor tersebut.
Edukasi Keuangan Syariah Jangkau 817.653 Peserta
Pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan syariah juga diperkuat. Melalui kegiatan Edukasi dan Pelindungan Konsumen Keuangan Syariah (EPiKS), SAKINAH, dan GERAK SYARIAH, tercatat 96 kegiatan edukasi terselenggara pada semester I 2026 dengan 817.653 peserta.
Rangkaian program tersebut menjadi bagian dari upaya OJK Sulselbar memperluas akses keuangan sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat, termasuk kalangan pelajar, agar memanfaatkan layanan keuangan secara bijak dan bertanggung jawab.