Pencarian

Kisah Dr. Georgeanna Jones, Dokter di Balik Bayi Tabung Pertama AS

Rabu, 07 Oktober 2026 • 09:06:31 WIB
Kisah Dr. Georgeanna Jones, Dokter di Balik Bayi Tabung Pertama AS
Dr. Georgeanna Seegar Jones dikenal sebagai dokter spesialis kesuburan di balik program bayi tabung pertama Amerika Serikat.

SULAWESI SELATAN — Aturan pensiun usia 65 tahun di Johns Hopkins justru membawa Dr. Georgeanna Seegar Jones ke Norfolk, Virginia, dan membangun program bayi tabung yang melahirkan bayi IVF pertama Amerika Serikat pada 1981. Kisah dokter spesialis kesuburan ini menyimpan pelajaran berharga soal kegigihan meneliti dan melawan keterbatasan usia.

Georgeanna Seegar Jones lahir di Baltimore, Maryland, pada 1912 dan lulus dari Johns Hopkins University School of Medicine pada 1936. Sejak masih mahasiswa, ia sudah meneliti hormon kehamilan dan membuktikan bahwa human chorionic gonadotropin (hCG) berasal dari plasenta, bukan kelenjar pituitari seperti keyakinan medis saat itu.

Temuan tersebut mengubah cara dunia memahami kehamilan. Georgeanna lantas menekuni bidang hormon, menstruasi, kesuburan, hingga keguguran berulang sepanjang kariernya.

Siapa Dr. Georgeanna Seegar Jones?

Pada 1939, Georgeanna mendirikan Divisi Endokrinologi Reproduksi di Johns Hopkins. Ia tercatat sebagai dokter spesialis endokrinologi ginekologi penuh waktu pertama di fakultas kedokteran Amerika Serikat.

Bersama suaminya, Dr. Howard W. Jones Jr., ia menghabiskan puluhan tahun mengembangkan ilmu reproduksi di institusi yang sama. Keduanya dikenal sebagai pasangan dokter yang kontribusinya membentuk dasar endokrinologi reproduksi modern.

Karier Georgeanna Terhenti karena Aturan Pensiun

Pada 1978, perjalanan Georgeanna dan Howard di Johns Hopkins berakhir. Aturan institusi mewajibkan dokter pensiun pada usia 65 tahun. Howard sempat mendapat perpanjangan agar masa pensiunnya bertepatan dengan sang istri.

Banyak orang memilih berhenti di titik itu. Georgeanna dan Howard justru mengambil arah sebaliknya. Mereka menerima tawaran bergabung dengan Eastern Virginia Medical School (EVMS) di Norfolk, Virginia, untuk membangun program reproduksi baru.

Dari Rumah Baru hingga Mendirikan Program IVF

Tahun 1978, dunia baru saja menyaksikan kelahiran Louise Brown, bayi pertama di dunia yang lahir lewat IVF di Inggris. Kabar itu memicu Georgeanna dan Howard mencoba teknologi serupa di Amerika Serikat.

Saat baru tiba di Norfolk, seorang wartawan bertanya apakah bayi tabung bisa dilakukan di AS. Jawaban Howard sederhana: yang mereka butuhkan adalah uang. Setelah pemberitaan itu, dukungan finansial mengalir dan program IVF di Norfolk pun berdiri, cikal bakal Jones Institute for Reproductive Medicine.

Perjalanan awal tidak mulus. Tim mencoba IVF dengan siklus alami, tetapi lebih dari 40 pasien menjalani pengambilan sel telur selama tahun pertama tanpa menghasilkan kehamilan. Georgeanna berperan penting mengubah strategi dengan stimulasi ovarium menggunakan gonadotropin agar lebih banyak sel telur bisa dipanen.

Elizabeth Carr, Bayi IVF Pertama di Amerika Serikat

Upaya tersebut membuahkan hasil pada 1981. Tim Georgeanna dan Howard berhasil memperoleh kehamilan melalui IVF, dan Elizabeth Carr lahir sebagai bayi tabung pertama di Amerika Serikat.

Kelahiran Elizabeth menjadi tonggak sejarah kedokteran reproduksi. Prosedur yang dulu dianggap eksperimental berubah menjadi harapan nyata bagi pasangan yang kesulitan mendapat keturunan.

Warisan Georgeanna dan Pelajaran untuk Ibu Masa Kini

Pada 2026, nama Georgeanna masuk dalam National Women's Hall of Fame sebagai penghormatan atas kontribusinya di bidang kedokteran dan kesehatan reproduksi. Penghargaan itu datang puluhan tahun setelah ia membuktikan bahwa usia pensiun bukan akhir dari karya.

Bagi pasangan yang kini menjalani program bayi tabung, metode stimulasi ovarium yang dirintis Georgeanna masih jadi dasar prosedur IVF modern. Kisahnya mengingatkan bahwa di balik setiap kehamilan yang dinanti, ada puluhan tahun penelitian dan kegigihan yang tidak selalu terlihat.

Follow wartamakassar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: haibunda.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks