Pencarian

Wisata Olahraga Diproyeksi Jadi Motor Baru Pariwisata Indonesia

Senin, 05 Oktober 2026 • 16:36:02 WIB
Wisata Olahraga Diproyeksi Jadi Motor Baru Pariwisata Indonesia
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menilai wisata olahraga berpeluang menjadi motor pertumbuhan baru pariwisata Indonesia.

SULAWESI SELATAN — Wisata olahraga diyakini berpeluang menjadi motor pertumbuhan baru sektor pariwisata Indonesia seiring pergeseran gaya hidup masyarakat ke arah yang lebih aktif. Survei Expedia mencatat 44 persen wisatawan rela bepergian ke luar negeri demi hiburan olahraga, dengan rata-rata pengeluaran US$ 1.500 atau sekitar Rp26 juta per orang. Angka itu bahkan melampaui rata-rata belanja wisatawan mancanegara yang masuk ke Indonesia saat ini.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menilai potensi wisata olahraga Tanah Air cukup menjanjikan untuk digarap lebih serius. Menurutnya, gaya hidup masyarakat Indonesia sudah bergerak searah dengan tren global tersebut.

"Peluang ini terasa semakin dekat bagi Indonesia karena gaya hidup masyarakat kita sudah bergerak ke arah yang sama," kata Widiyanti, dikutip dari Antara.

Belanja Wisatawan Olahraga Lampaui Rata-rata Wisman

Survei Expedia menempatkan wisata olahraga sebagai magnet perjalanan yang efektif. Sebanyak 44 persen wisatawan mengaku bersedia terbang ke luar negeri hanya untuk menonton atau mengikuti ajang olahraga favorit mereka.

Rata-rata pengeluaran kelompok ini menyentuh US$ 1.500 per orang, setara Rp26 jutaan. Nilainya lebih tinggi dibanding rata-rata belanja wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia.

Data UN Tourism memperkuat gambaran itu. Wisata olahraga menyumbang 10 persen dari total belanja wisatawan global, dengan proyeksi pertumbuhan 17,5 persen hingga 2030.

MotoGP Mandalika hingga HYROX Jakarta Jadi Bukti

Sejumlah event berstandar internasional sudah membuktikan dampak ekonominya di Indonesia. MotoGP Mandalika yang digelar pada 2025 diperkirakan menghasilkan dampak ekonomi Rp2,7 triliun hingga Rp4,7 triliun.

Event dengan intellectual property sendiri juga tumbuh. Jakarta International Marathon masuk daftar tersebut, begitu pula HYROX Jakarta yang berlangsung 27-28 Juni 2026 dengan 11.500 peserta.

Kekayaan alam dan infrastruktur pendukung disebut menjadi modal utama Indonesia mengembangkan wisata berbasis olahraga. Kombinasi itu memungkinkan penyelenggaraan event besar di berbagai daerah, bukan hanya di destinasi unggulan.

Tiga Tantangan yang Harus Dibenahi

Pengembangan wisata olahraga tidak tanpa kendala. Pemerataan menjadi tantangan pertama: event olahraga perlu menyebar dan tumbuh di tiap daerah, tidak menumpuk di sebagian destinasi saja.

Standardisasi layanan menyusul sebagai prasyarat. Profesionalisme penyelenggara dan pengelolaan risiko yang baik disebut menjadi syarat mutlak bagi event berkelas dunia.

Widiyanti mendorong penguatan langkah kolaboratif lintas pihak untuk memperkuat posisi wisata olahraga sebagai strategi utama peningkatan ekonomi nasional.

"Kami meyakini ini akan menjadi fondasi penting yang semakin memperkuat posisi sports tourism sebagai salah satu motor pertumbuhan pariwisata Indonesia ke depan. Karenanya kita perlu terus bersinergi agar sports tourism di Indonesia dapat tumbuh menjadi lebih baik," ujarnya.

Bagi traveler yang ingin menjajal wisata olahraga, kalender event nasional dan internasional bisa menjadi acuan merencanakan perjalanan. Informasi jadwal terbaru tiap ajang dapat dikonfirmasi melalui dinas pariwisata setempat atau penyelenggara resmi.

Follow wartamakassar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: travel.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks