Pencarian

Wagub Sulsel Fatmawati Rusdi Ajak 24 Kepala Daerah Sosialisasikan Terapi Hiperbarik

Selasa, 13 Oktober 2026 • 11:34:01 WIB
Wagub Sulsel Fatmawati Rusdi Ajak 24 Kepala Daerah Sosialisasikan Terapi Hiperbarik
Wagub Sulsel Fatmawati Rusdi menerima brevet kehormatan dari Kodaeral VI di Makassar.

MAKASSAR — Fatmawati menyampaikan ajakan itu setelah menerima brevet kehormatan dari Komando Daerah Angkatan Laut VI. Menurut dia, pemahaman baru soal terapi hiperbarik membuatnya menilai layanan tersebut perlu dikenal lebih luas oleh masyarakat Sulawesi Selatan.

Sebelum mengikuti paparan medis dalam kegiatan tersebut, Fatmawati mengaku hanya mengenal terapi hiperbarik sebagai penunjang kebugaran dan perawatan kulit. Ia lalu mengusulkan agar kepala daerah di seluruh Sulawesi Selatan diberi kesempatan mengenal layanan itu.

Manfaat Hiperbarik Dinilai Belum Banyak Diketahui Warga

Fatmawati menekankan edukasi bukan sekadar memperkenalkan keberadaan layanan, tetapi juga memastikan warga memahami bahwa terapi hiperbarik memerlukan pemeriksaan dan pertimbangan tenaga medis.

"Kalau hari ini kita sudah mendapat ilmu dan penghargaan, tentu kita dianggap sudah mumpuni untuk mengedukasi ataupun menyosialisasikan kepada masyarakat. Ternyata manfaat hiperbarik ini sangat luar biasa untuk kesehatan," ujar Fatmawati.

Dengan pemahaman yang merata di tingkat kabupaten/kota, ia berharap informasi soal fungsi, indikasi, dan pemanfaatan terapi hiperbarik tersampaikan tepat kepada warga yang membutuhkan.

Fasilitas RSAL Jala Ammari Terbuka untuk Masyarakat Umum

Komandan Kodaeral VI Laksamana Muda TNI Andi Abdul Aziz menyatakan penyematan brevet kehormatan merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi dalam memperkuat sinergi pelayanan kesehatan, khususnya di bidang kedokteran bawah air dan terapi hiperbarik.

Ia menegaskan fasilitas terapi hiperbarik di Rumah Sakit Angkatan Laut Jala Ammari Kodaeral VI tidak hanya melayani prajurit TNI Angkatan Laut, tetapi juga masyarakat umum. Penyelam dan anak-anak nelayan disebut sebagai kelompok yang perlu mendapat perhatian dalam akses layanan tersebut.

Andi Abdul Aziz juga menyatakan komitmen membantu masyarakat yang terkendala biaya, meski layanan terapi hiperbarik belum ditanggung BPJS Kesehatan.

Bagaimana Terapi Hiperbarik Bekerja

Kepala RSAL Jala Ammari Kodaeral VI Letkol Laut (K) dr. Suhadi menjelaskan terapi oksigen hiperbarik dilakukan dengan memberikan oksigen berkonsentrasi tinggi kepada pasien di dalam ruang bertekanan lebih tinggi daripada tekanan atmosfer normal.

Terapi ini terutama digunakan untuk menangani penyakit dekompresi pada penyelam. Pada kondisi medis tertentu, terapi hiperbarik dapat menjadi terapi pendukung, termasuk untuk luka yang sulit sembuh, berdasarkan indikasi dan evaluasi medis.

Suhadi mengingatkan terapi tersebut tidak dapat digunakan sembarangan. Pemeriksaan tenaga kesehatan diperlukan untuk menilai manfaat, risiko, serta kemungkinan kontraindikasi pada pasien.

Dua Lokasi Layanan Hiperbarik di Sulawesi Selatan

Di Sulawesi Selatan, layanan terapi hiperbarik tersedia di RSAL Jala Ammari Kodaeral VI dan RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar. Keberadaan dua fasilitas itu menjadi pilihan bagi warga yang membutuhkan penanganan medis terkait, terutama penyakit dekompresi.

Penyematan brevet kehormatan pada 2026 itu disebut berdasarkan Keputusan Kepala Staf Angkatan Laut Nomor Kep/2039/IX/2026 dan Nomor Kep/2040/IX/2026 tertanggal 10 September 2026.

Penerima brevet berasal dari berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, TNI, perguruan tinggi, tenaga medis, hingga instansi lainnya. Dari unsur pemerintah daerah, penerima brevet meliputi Bupati Maros, Bupati Pangkajene dan Kepulauan, Bupati Bone, Bupati Bantaeng, serta Wali Kota Parepare, selain Fatmawati Rusdi.

Follow wartamakassar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: menitindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks