Pencarian

Peran Ayah dalam Tumbuh Kembang Anak: Belajar Hadir, Bukan Cuma Mencari Nafkah

Minggu, 11 Oktober 2026 • 09:07:31 WIB
Peran Ayah dalam Tumbuh Kembang Anak: Belajar Hadir, Bukan Cuma Mencari Nafkah
Ayah dan anak mengikuti permainan estafet bola dalam seminar parenting di DHIS Primary 2 Buahbatu, Bandung.

SULAWESI SELATAN — DHIS Primary 2 Buahbatu Bandung menggelar seminar parenting bertajuk "Fatherhood Movement: Growing Together, Guiding with Love" pada Sabtu (10/10/2026). Lewat seminar ini, para ayah diajak merefleksikan bahwa kehadiran emosional sama pentingnya dengan memenuhi kebutuhan materi keluarga.

Kegiatan yang berlangsung di Kampus DHIS Primary 2 Buahbatu, Bandung, ini menghadirkan dua narasumber: Dr. Irfan Fahmi, S.Psi., S.Th.I., M.Psi., Psikolog, Ketua Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Jawa Barat, serta Elma Triyulianti, M.M., Psikolog, Penata Kependudukan dan Keluarga Berencana Ahli Madya BKKBN Provinsi Jawa Barat.

Keduanya membahas pengasuhan dari sisi yang jarang disorot: bagaimana ayah bisa terlibat aktif, bukan hanya jadi sosok yang memberi arahan atau menutup kebutuhan finansial. Kehadiran fisik pun dinilai belum cukup tanpa perhatian emosional dan komunikasi yang positif.

Mengapa Kehadiran Ayah Penting dalam Pengasuhan

Seminar ini menegaskan satu hal: anak butuh ayah yang benar-benar hadir, mendengarkan, dan membangun kedekatan setiap hari. Bukan sekadar ada di rumah, tapi terlibat dalam keseharian anak.

Orang tua juga diajak memahami kebutuhan dan harapan anak dari sudut pandang si kecil. Komunikasi terbuka jadi kunci, bukan hanya nasihat satu arah.

Belajar Kebersamaan Lewat Permainan Estafet Bola

Teori saja tentu membosankan. Karena itu DHIS Primary 2 Buahbatu mengajak orang tua dan anak turun langsung lewat permainan estafet bola yang mengandalkan kerja sama dan kekompakan.

Lewat aktivitas ini, ayah dan anak berinteraksi, melatih koordinasi, sekaligus menikmati proses melakukan sesuatu bersama. Momen sederhana seperti ini yang sering luput dari rutinitas harian.

Tree of Us: Menyatukan Harapan Anak dan Komitmen Orang Tua

Kegiatan dilanjutkan dengan refleksi bertajuk "Tree of Us: Hope and Commitment". Anak-anak menuliskan harapan mereka, sementara orang tua menuliskan komitmen untuk mendampingi tumbuh kembang anak.

Semua tulisan itu dituangkan pada sticky notes berbentuk daun, lalu ditempelkan ke banner pohon sebagai simbol ikatan dan kesepakatan bertumbuh bersama. Harapan anak dan komitmen orang tua akhirnya berada di ruang yang sama.

Guru DHIS Primary 2 Buahbatu, Elis Kalisma, turut menjadi narasumber wawancara dalam kegiatan tersebut. Keterlibatan pihak sekolah jadi bagian dari upaya menyelaraskan pendidikan di sekolah dengan pengasuhan di rumah.

Yang Bisa Ibu dan Ayah Terapkan di Rumah

Seminar ini jadi pengingat bahwa mendampingi anak butuh keterlibatan, konsistensi, dan kemauan terus belajar. Hubungan orang tua dan anak dibangun lewat waktu yang diluangkan, komunikasi terbuka, serta perhatian pada kebutuhan emosional anak.

Melalui kegiatan ini, DHIS Primary 2 Buahbatu mendorong para ayah mengambil peran lebih aktif dalam perjalanan tumbuh kembang anak. Keluarga yang kuat tidak hanya dibangun dari apa yang diberikan orang tua, tetapi juga dari bagaimana mereka hadir, mendengarkan, dan bertumbuh bersama anak-anaknya.

Follow wartamakassar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: tugubandung.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks