Pencarian

Kapolres Luwu Utara Minta Sekolah Rutin Razia Ponsel Pelajar, 30 Kasus Kekerasan Seksual Libatkan Anak di Bawah Umur

Senin, 24 Agustus 2026 • 18:32:31 WIB
Kapolres Luwu Utara Minta Sekolah Rutin Razia Ponsel Pelajar, 30 Kasus Kekerasan Seksual Libatkan Anak di Bawah Umur
Kapolres Luwu Utara meminta sekolah rutin memeriksa ponsel dan aktivitas digital pelajar sebagai langkah pencegahan kekerasan seksual.

LUWU UTARA — Kapolres Luwu Utara AKBP Nugraha Pamungkas meminta pemeriksaan tidak hanya berhenti pada perangkat ponsel, tetapi juga mencakup aktivitas digital pelajar. Ia menegaskan pihak sekolah perlu memeriksa isi perangkat hingga riwayat pencarian daring siswa.

“Saya minta dilakukan pemeriksaan handphone secara rutin. Jangan cuma ponselnya yang diperiksa, tapi isi sampai riwayat pencarian daringnya juga dicek,” tegas Nugraha di hadapan siswa SMAN 1 Luwu Utara.

30 Kasus Kekerasan Seksual Ditangani Unit PPA dalam Enam Bulan

Langkah ini diambil setelah Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Luwu Utara mencatat setidaknya 30 kasus kekerasan seksual sejak Januari 2026. Pelaku dalam kasus-kasus tersebut melibatkan pelajar sebagai pelaku.

Selain pemeriksaan gawai, Kapolres juga mengingatkan pelajar agar tidak berkeliaran di luar rumah hingga larut malam. Kepolisian akan mengambil tindakan tegas terhadap pelajar yang terbukti melanggar jam malam.

Wakapolres Ingatkan Bahaya Narkoba di SMKN 2 Luwu Utara

Pada hari yang sama, Wakapolres Luwu Utara Kompol Andi Muh. Syafei menjadi inspektur upacara di SMKN 2 Luwu Utara. Ia menyampaikan pentingnya pemahaman tentang bahaya narkoba bagi masa depan generasi muda.

“Jangan mau ikut-ikutan, apalagi sampai berani coba-coba. Berani berkata tidak untuk narkoba. Negara ini tidak mentolerir usia, kalangan, dan jabatan jika itu menyangkut narkotika,” pesannya.

Generasi Emas Diminta Bijak Memilah Konten Digital

Di tengah derasnya arus informasi, Nugraha mengajak para siswa memanfaatkan media sosial dan teknologi sebagai sarana belajar serta berkarya. Ia menekankan pentingnya kemampuan memilih konten yang dikonsumsi di era digital.

“Kalian semua ini adalah generasi emas yang menjadi tumpuan dan harapan negara. Di era saat ini, negara membutuhkan generasi yang tidak hanya pintar menggunakan teknologi, tetapi juga cerdas memilih apa yang dikonsumsi melalui teknologi,” ujarnya.

Kehadiran Kapolres dan Wakapolres sebagai inspektur upacara di dua sekolah tingkat SMA/SMK tersebut merupakan bagian dari program Police Goes To School. Program ini menjadi upaya preventif Polri untuk mendekatkan kepolisian dengan masyarakat, khususnya kalangan pelajar, melalui kegiatan edukatif, penyuluhan, serta pembinaan.

Follow wartamakassar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: batarapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks