SIDRAP — Momen upacara kemerdekaan tahun ini menjadi hari yang berbeda bagi 15 dosen Universitas Al Asy'ariah Mandar (Unasman). Mereka tidak hanya mengikuti jalannya prosesi, tetapi juga menerima piagam penghargaan atas pengabdian mereka di dunia pendidikan tinggi. Kegiatan ini digelar di Kompleks Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Jl. Harapan Baru, Watang Pulu, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), berkolaborasi dengan LLDIKTI Wilayah IX Sultanbatara dan Pemerintah Kabupaten Sidrap.
13 Dosen Raih Penghargaan 10 Tahun Pengabdian
Dari total 15 penerima, sebanyak 13 dosen dianugerahi penghargaan atas masa bakti selama 10 tahun. Mereka adalah Dr. Ir. Basri, S.Kom., M.T., M.I.Kom., IPM.; Dr. Patmawati, SKM., M.Kes.; Herlina Ahmad, S.Pd., M.Pd.; Ir. Andi Akhmad Qashlim, S.Kom., M.Kom.; Abdul Latief, S.HI., M. Pd.; Febryanti, S.Pd., M.Si.; Irfawandi Samad, S.Pd.I., M.Pd.; Andi Liliandriani, S.Kep., Ns. M.Kes.; Rahmah Muin, S.E., M.Si.; Abdul Muttalib, S.Pd., M.Pd.; Andriani, S.Pd., M.Pd.; Ramlah, S.K.M., M.KM.; dan Nur Hafsah Yunus MS, S.Pd., M.Pd.
Dua Dosen Senior Terima Penghargaan 20 Tahun
Penghargaan tertinggi dalam upacara tersebut diberikan kepada dua dosen senior yang telah mengabdi selama dua dekade. Mereka adalah Dr. Hj. Mardjani Aliyah Abdul Naim, S.P., M.P. dan Dr. Dermawan, S.Ag., M.Pd. Masa pengabdian selama 20 tahun ini menandai konsistensi mereka dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Mewakili para penerima penghargaan, Dr. Hj. Mardjani Aliyah Abdul Naim menyampaikan rasa haru dan bangganya atas apresiasi yang diberikan oleh pemerintah.
"Pengabdian selama 20 tahun lebih di UNASMAN merupakan suatu kesyukuran, penghormatan, dan kebahagiaan tersendiri bagi kami. Kami sangat bersyukur karena pemerintah memberikan apresiasi kepada dosen yang notebene merupakan pencetak generasi bangsa yang handal," ungkap Dr. Hj. Mardjani.
Pesan Keikhlasan dari Dosen Senior untuk Generasi Pendidik
Di sela-sela kebahagiaan tersebut, Dr. Hj. Mardjani menyelipkan pesan penuh makna bagi rekan sejawatnya. Menurutnya, esensi seorang pendidik terletak pada keikhlasan yang melampaui materi semata. Ia menekankan bahwa mengabdi di perguruan tinggi seperti Unasman mengajarkan arti berkhidmat tanpa tuntutan berlebihan.
"Menjadi pendidik adalah panggilan jiwa yang menuntut kesabaran tanpa batas. Mengabdi di perguruan tinggi seperti UNASMAN mengajar kita untuk berkhidmat tanpa tuntutan yang berlebihan, menerima apa adanya dengan penuh kelapangan dada. Meskipun materi atau gaji yang diterima terkadang sedikit, namun di balik itu semua ada keberkahan yang melimpah dan tidak ternilai harganya. Keberkahan itulah yang menghidupkan hati kita, mengalir dalam setiap ilmu yang bermanfaat, dan menjadi amal jariyah yang tidak akan pernah terputus," pesannya dengan bijak.
Pihak rektorat berharap penghargaan dan momentum refleksi ini mampu menjadi pemantik semangat bagi seluruh sivitas akademika. Apresiasi ini dinilai penting untuk menjaga konsistensi dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi demi kemajuan bangsa, sekaligus menjadi motivasi bagi dosen muda untuk terus berinovasi dalam mencetak generasi penerus yang handal.