GOWA — Sebanyak 31 pendaki dievakuasi Tim SAR gabungan setelah mengalami gangguan kesehatan usai mengikuti rangkaian upacara HUT Ke-81 RI di Gunung Bawakaraeng, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Jumlah tersebut bertambah dari 26 orang yang sebelumnya dievakuasi pada Senin (17/8/2026) malam.
Komandan Rescuer Basarnas Makassar Darul Astiyadi menyebut mayoritas pendaki menderita hipotermia, asma, kelelahan parah, serta cedera kaki. Kondisi itu dipicu jalur pendakian yang padat dan suhu dingin ekstrem di ketinggian.
Evakuasi Terus Berlanjut Hingga Hari Terakhir
Hingga Selasa pagi, tim di lapangan masih berjibaku mengevakuasi satu pendaki yang mengalami cedera lutut parah di sekitar Pos 7 jalur Lembanna. Korban ditandu turun gunung menuju titik aman dengan memperhitungkan kondisi medan yang terjal.
Sebagian besar korban yang ditangani telah berhasil dievakuasi ke Posko Bulu Balea untuk mendapatkan perawatan medis dari tim gabungan. Sebagian lainnya dirujuk ke Puskesmas Tinggi Moncong.
3.786 Pendaki Terdaftar Masuk dari Empat Jalur
Data posko registrasi mencatat sebanyak 3.786 pendaki terdaftar masuk melalui empat jalur utama, yakni Pos Registrasi Bulu Balea, Tassoso, Kanreapia, dan Lembanna menuju puncak gunung.
Untuk mengawal kegiatan tersebut, sebanyak 295 personel Tim SAR gabungan dikerahkan dan tersebar di delapan titik, termasuk Lembah Ramma dan Puncak Gunung Bawakaraeng.
Operasi Siaga SAR Khusus Merah Putih Berlangsung 15-18 Agustus
Pengawalan peserta dalam Operasi Siaga SAR Khusus Merah Putih sejak 15-18 Agustus 2026 melibatkan personel gabungan dari unsur Basarnas, komunitas SAR, relawan, hingga tenaga medis. Personel ditempatkan untuk memantau pendaki dari jalur masuk hingga alur kepulangan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar Muhammad Arif Anwar menegaskan penanganan keselamatan terus dilakukan hingga seluruh pendaki dipastikan turun dengan aman.
"Tim SAR memastikan mengawal seluruh pendaki turun dengan selamat, meski masa operasi siaga khusus telah berakhir sejak kemarin," tuturnya.
Pihaknya mengimbau rombongan pendaki yang bergerak turun pada hari terakhir untuk saling menjaga dan memperlambat tempo perjalanan. Jika ada anggota kelompok yang lelah, mengalami cedera, dan tidak sanggup turun, diminta segera meminta bantuan ke pos siaga terdekat.