MAKASSAR — BPBD Kota Makassar mengerahkan mobil tangki untuk mengirim air bersih ke 23 titik yang tersebar di Kecamatan Biringkanaya, Tamalanrea, Ujung Tanah, Tallo, dan Panakkukang. Distribusi ini menyasar kawasan permukiman yang sebelumnya telah melalui proses asesmen dan dilaporkan mengalami kekurangan pasokan air.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar Muhammad Fadli Tahar mengatakan, penyaluran ini merupakan tindak lanjut arahan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi agar pemerintah bergerak cepat terhadap persoalan warga. "Penyaluran air bersih ini bentuk kepedulian Pemerintah Kota, sesuai arahan Bapak Wali Kota, kepada masyarakat yang terdampak kekeringan. Hari ini ada 23 titik yang kita distribusikan langsung," ujarnya.
Enam Kecamatan Prioritas Terdampak Sistemik
Berdasarkan kajian dan asesmen BPBD, terdapat enam kecamatan yang terdampak kekeringan secara langsung dan sistemik. Wilayah tersebut meliputi Tallo, Ujung Tanah, Panakkukang, Tamalanrea, Biringkanaya, dan Manggala.
Kecamatan Tallo menjadi salah satu wilayah dengan perhatian khusus, terutama di Kelurahan Buloa. Meski demikian, Fadli menegaskan distribusi air bersih tidak hanya terbatas pada enam kecamatan prioritas tersebut. Warga dari kecamatan lain yang kesulitan mendapatkan air juga bisa melapor untuk dilakukan asesmen lebih lanjut.
"Penyaluran air bersih ini kami distribusikan untuk semua kecamatan di seluruh Kota Makassar, kecuali Kecamatan Sangkarrang. Tetapi berdasarkan analisis asesmen BPBD, ada enam kecamatan yang terdampak langsung secara sistemik," jelas Fadli.
Warga Bisa Lapor 24 Jam via Aplikasi hingga Hotline
Pemkot Makassar membuka sejumlah kanal pengaduan untuk mempercepat penanganan kekeringan. Warga yang membutuhkan air bersih dapat melapor melalui aplikasi Lontara Plus, layanan darurat 112, atau hotline BPBD di 08155112112.
"Setiap hari kita membuka call center untuk masyarakat yang kekurangan air. Bisa melalui aplikasi Lontara Plus, call center darurat 112, atau hotline BPBD 08155112112. Hotline ini dibuka 24 jam," terang Fadli.
Dalam penanganan di lapangan, BPBD tidak bergerak sendiri. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat), Palang Merah Indonesia (PMI), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta unsur pemerintah kecamatan turut dilibatkan untuk mengisi tandon dan mendistribusikan air ke warga.
Sumur Dalam Disiapkan untuk Kurangi Ketergantungan Mobil Tangki
Penanganan kekeringan tidak hanya dilakukan lewat distribusi air harian. Untuk jangka menengah, Dinas Pekerjaan Umum (PU) telah mengerjakan sejumlah titik sumur dalam di beberapa kecamatan. Keberadaan sumur ini diharapkan menjadi sumber air alternatif sehingga masyarakat tidak lagi bergantung pada pasokan mobil tangki.
"Untuk jangka pendek kita langsung melakukan penyaluran ke masyarakat. Untuk jangka menengah, Dinas PU telah melakukan pengerjaan titik-titik sumur dalam di beberapa kecamatan, sehingga nantinya masyarakat bisa lebih mandiri," sebut Fadli.
Pemkot Makassar juga memperkuat kapasitas masyarakat melalui program Kelurahan Tangguh Bencana (Kaltana). Program ini dirancang untuk meningkatkan kemandirian warga dalam menghadapi berbagai potensi bencana, termasuk kekeringan berkepanjangan.