Pencarian

Iming-iming Gaji Besar, Loker Babysitter Palsu Jadi Modus Baru Penyekapan dan Pemerkosaan di Sulsel, Mahasiswi Jadi Korban

Jumat, 22 Mei 2026 • 14:24:43 WIB
Iming-iming Gaji Besar, Loker Babysitter Palsu Jadi Modus Baru Penyekapan dan Pemerkosaan di Sulsel, Mahasiswi Jadi Korban
Mahasiswi asal Nunukan menjadi korban penyekapan dan pemerkosaan akibat loker babysitter palsu di Sulsel.

MAKASSAR — Kasus kriminal dengan modus lowongan kerja palsu kembali memakan korban di Sulawesi Selatan. Kali ini, seorang mahasiswi berusia 21 tahun asal Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, menjadi korban penyekapan dan pemerkosaan setelah tergiur tawaran menjadi babysitter atau pengasuh anak.

Korban berinisial MA itu mengenal pelaku melalui media sosial Facebook. Pelaku menjanjikan pekerjaan sebagai babysitter di Sulsel dengan nominal gaji yang disebut-sebut jauh di atas kewajaran. Namun, begitu tiba di lokasi yang dijanjikan, korban justru disekap dan mengalami kekerasan seksual.

Fenomena Baru di Sulsel: Loker Babysitter Palsu

Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DPPPA Dalduk KB) Sulsel, Meisy Papayungan, menyebut modus ini sebagai fenomena baru di wilayahnya. "Ini juga fenomena baru ya, bagaimana penipuan melalui media sosial, tawaran lowongan kerja, dan yang kasus kemarin itu salah satunya bentuknya gitu ya, ditawarkan untuk bekerja sebagai babysitter," ujarnya kepada media, Kamis (21/5/2026).

Menurut Meisy, selama ini modus penipuan lowongan kerja memang sudah sering terjadi. Namun, penyamaran sebagai penyedia jasa pengasuh anak dinilai berhasil karena profesi tersebut belum banyak dicurigai publik. "Nah kemarin itu untuk menjadi babysitter kan mungkin belum dicurigain ya, karena modusnya belum banyak yang menawarkan pekerjaan itu dan ternyata lolos," ungkapnya.

Jebakan Gaji Tinggi dan Tahapan Manipulatif Pelaku

Meisy menjelaskan, para pelaku biasanya memikat korban dengan nominal gaji yang sangat tinggi. Bagi pencari kerja yang sedang dalam tekanan ekonomi, tawaran semacam itu menjadi umpan yang sulit ditolak. "Karena misalnya ada penawaran gaji yang agak di atas, atau jauh lebih tinggi dari kenormalan, please tolong hati-hati, konfirmasi dulu, cross-check dulu," tegasnya.

Selain soal modus penipuan, Meisy juga mengingatkan bahwa kekerasan seksual sering kali tidak terjadi secara mendadak. Pelaku biasanya melalui tahapan manipulatif, seperti sentuhan fisik ringan yang kerap tidak disadari korban. Ia mencontohkan kasus pelecehan di lingkungan kerja yang pernah ditangani pihaknya, di mana korban sering dicolek atau diajak ke area tanpa CCTV. "Tapi kemudian sebelum itu berkembang, walaupun kemarin agak susah dibuktikan karena tidak kelihatan di CCTV, tapi setidaknya dia punya upaya untuk mencegah jangan sampai kejadian yang lebih fatal itu terjadi," katanya.

Peringatan untuk Perempuan Muda: Check and Recheck

Meisy Papayungan mendesak masyarakat, terutama perempuan muda yang aktif mencari pekerjaan, untuk meningkatkan literasi digital dan kewaspadaan. "Nah yang memang penting sekali itu adalah literasi kepada masyarakat, termasuk misalnya perempuan-perempuan muda untuk betul-betul check dan recheck gitu," katanya.

Ia menambahkan, calon pekerja harus mulai belajar kritis terhadap setiap tawaran kerja yang masuk. "Harusnya kita punya kewaspadaan dong, kita harus tahu dulu siapa pemberi kerja, kemudian bagaimana pekerjaannya, sekarang kita harus mulai belajar kritis lah," ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kasus yang menimpa mahasiswi asal Nunukan tersebut. DPPPA Dalduk KB Sulsel berkomitmen mendampingi korban dan terus mengedukasi masyarakat agar tidak mudah terjebak modus serupa.

Bagikan
Sumber: makassar.kompas.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks