SULAWESI SELATAN — Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa terjadi pukul 08.09.36 WIB. Episenter berada pada koordinat 3,76 Lintang Selatan dan 119,02 Bujur Timur. “Kedalaman gempa 13 km,” tulis BMKG dalam keterangan resminya.
Gempa ini tidak berpotensi tsunami. Namun, guncangan dirasakan dalam skala intensitas yang bervariasi. BMKG melaporkan getaran mencapai skala III-IV MMI di Majene, Polewali Mandar, Pare-pare, dan Pinrang—setara getaran yang dirasakan nyata di dalam rumah, seakan-akan ada truk berlalu.
Getaran Terasa dari Mamuju hingga Makassar
Di sisi selatan, dampak getaran menjangkau wilayah lebih padat penduduk. Skala II-III MMI dilaporkan terjadi di Mamuju, Sidrap, Pangkep, Gowa, dan Kota Makassar. Pada skala ini, getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda ringan yang digantung bergoyang.
Sejauh ini belum ada laporan kerusakan bangunan atau korban jiwa. BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan waspada terhadap kemungkinan gempa susulan yang kekuatannya lebih kecil.
Gempa Dangkal di Zona Aktif Sulawesi
Kedalaman 13 km mengindikasikan gempa ini termasuk kategori dangkal. Getarannya cenderung lebih kuat dirasakan di permukaan. Wilayah Sulawesi Barat dan sekitarnya memang berada di jalur pertemuan lempeng mikro yang aktif secara seismik.
BMKG memastikan tidak ada peringatan tsunami. Magnitudo dan mekanisme sumber gempa tidak memicu deformasi dasar laut yang signifikan. Masyarakat diminta memastikan informasi hanya bersumber dari kanal resmi BMKG dan tidak mudah percaya pada berita hoaks yang beredar.