MAKASSAR — Ikatan Dai (Ikda) Sulawesi Selatan (Sulsel) Cabang Makassar resmi mematangkan program dakwah yang adaptif terhadap perkembangan teknologi digital. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari pelantikan pengurus yang baru saja digelar.
"Raker digelar untuk menyusun program kerja organisasi yang selaras dengan arah pembangunan Pemerintah Kota Makassar, khususnya dalam memperkuat peran dakwah di tengah masyarakat," kata Ketua Panitia Pelaksana, Ustadz Udin Sangkala dalam keterangan yang diterima di Makassar, Kamis.
Tiga Misi Utama: Wirausaha, Digital, dan Kearifan Lokal
Raker yang mengusung tema "Akselerasi Dakwah: Dai Profesional, Mandiri, Adaptif Digital Berkearifan Lokal" itu memfokuskan penguatan dakwah melalui tiga misi utama. Pertama, mencetak dai yang memiliki jiwa kewirausahaan. Kedua, melek teknologi digital. Ketiga, tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan lokal dalam menyampaikan syiar Islam.
Ketua Umum Ikda Sulsel Cabang Makassar, Ustadz Dedi Gunawan Saputra, menilai kegiatan ini menjadi momentum penting merumuskan arah kebijakan organisasi. Menurutnya, dakwah para dai dan mubaligh di Kota Makassar diharapkan dapat berkontribusi mewujudkan Makassar sebagai kota yang unggul, inklusif, aman, dan berkelanjutan.
Ikda Makassar Canangkan Konsep Eco Dakwah
Dalam rapat kerja tersebut, Ikda Sulsel Cabang Makassar juga menargetkan diri menjadi pelopor konsep Eco Dakwah. Pendekatan ini tidak hanya berorientasi pada pembinaan umat, tetapi juga menanamkan kepedulian terhadap lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.
Melalui forum tersebut, Ikda menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan. Tujuannya, menghadirkan dakwah yang inovatif, adaptif terhadap perkembangan teknologi digital, serta tetap berpijak pada nilai-nilai budaya lokal di Sulawesi Selatan.