Pimpinan Baznas Enrekang yang baru dilantik terdiri dari dr. H. Siswandi Mazmur, M.Kes sebagai Ketua, didampingi M. Yusrifai Yunus, M.Si (Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan), Ir. Arsil Bagenda, MM (Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan), Akhmad Yani Siri, SE, Ak (Wakil Ketua III Bidang Perencanaan, Keuangan dan Pelaporan), serta Muhammad Samsari Hasbullah, S.Psi (Wakil Ketua IV Bidang Administrasi, SDM dan Umum).
Bupati Yusuf Ritangga menekankan bahwa jabatan ini bukan sekadar posisi struktural, melainkan amanah yang berkaitan langsung dengan kepercayaan masyarakat. "Ini bukan hanya tugas yang mulia, tetapi juga amanah yang harus dipertanggungjawabkan. Tugas ini berat karena berkaitan dengan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang dipercayakan oleh ratusan ribu masyarakat Enrekang," ujarnya dalam sambutan.
Transparansi dan Data Akurat Jadi Kunci Kepercayaan Publik
Dalam kesempatan yang sama, Pimpinan Baznas Provinsi Sulawesi Selatan mengingatkan bahwa keberhasilan lembaga amil zakat sangat bergantung pada tingkat kepercayaan publik. Ia meminta seluruh program dan pengelolaan dana umat dijalankan secara profesional, transparan, serta berbasis data yang akurat.
"Amanah umat akan tumbuh jika Baznas dipercaya masyarakat. Karena itu, bekerjalah secara profesional, transparan, dan berbasis data," tegasnya.
Pernyataan tersebut relevan dengan tantangan pengelolaan zakat di daerah. Masyarakat tidak hanya berharap dana yang terkumpul besar, tetapi juga tersalurkan tepat sasaran sesuai ketentuan syariat Islam dan kebutuhan warga yang berhak menerima.
Target: Menekan Kemiskinan Lewat Pemberdayaan
Pelantikan yang dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda)—mulai dari Kapolres, Kajari, Ketua DPRD, Ketua Pengadilan hingga Dandim Enrekang—menunjukkan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap pengelolaan ZIS. Harapan besar kini mengarah pada Baznas Enrekang agar mampu meningkatkan penghimpunan zakat sekaligus memperkuat program pemberdayaan masyarakat.
Di tengah tantangan ekonomi yang terus berkembang, Baznas diharapkan menjadi salah satu instrumen penting dalam membantu mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan warga. Kepengurusan baru periode 2026-2031 punya pekerjaan rumah besar: menjaga kepercayaan ratusan ribu muzaki yang selama ini menyalurkan zakatnya, serta memastikan mustahik menerima manfaat secara berkeadilan.