MAKASSAR — Pondok Pesantren Puteri Ummul Mukminin ‘Aisyiyah Sulawesi Selatan mencetak sejarah baru lewat agenda study tour internasional perdana. Rombongan yang terdiri atas 24 santriwati MA dan 12 santriwati SMA ini bertolak dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin menuju dua negara tetangga.
Selama lima hari perjalanan pada 5–9 Mei 2026, para santriwati mengeksplorasi pusat pendidikan serta kebudayaan di Singapura dan Malaysia. Rihlah internasional ini dirancang sebagai ruang pembelajaran langsung (experiential learning) di luar tembok pesantren.
Jajaki NUS hingga Kampus Unggulan Malaysia
Destinasi utama kunjungan ini adalah National University of Singapore (NUS), salah satu universitas terbaik dunia. Di sana, santriwati menyelami atmosfer akademik internasional serta kemajuan teknologi kota metropolitan Singapura yang modern.
Ketua Rombongan, Rahmawati S. Pd., M. Pd., Gr., menjelaskan perjalanan berlanjut ke Malaysia untuk menyambangi sejumlah kampus ternama. Lokasi yang disasar antara lain Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM) dan International Islamic University Malaysia (IIUM).
“Kunjungan ini bertujuan memberikan gambaran nyata sistem pendidikan tinggi di Malaysia dan memotivasi santriwati untuk terus berprestasi,” ujar Rahmawati yang juga menjabat Kepala SMA Ummul Mukminin, Sabtu (9/5/2026).
Tadabur Peradaban Islam dan Penguatan Bahasa
Tak hanya fokus pada akademik, rombongan juga mendalami sejarah Islam di Asia Tenggara. Di Putrajaya, santriwati mengunjungi Pusat Al-Qur’an Nasyrul Qur’an, Masjid Putra, Dataran Putra, hingga Istana Perdana Menteri.
Ketua Badan Pembina Ummul Mukminin, Prof. Hj. St. Aisyah Kara, MA., Ph.D., mengapresiasi tinggi inisiatif akselerasi ini. Menurutnya, program tersebut membuka ruang bagi santriwati untuk memahami dinamika global secara menyeluruh.
“Santriwati kita belajar banyak hal, mulai dari perkembangan global, pertukaran budaya, ukhuwah, hingga sejarah peradabaan Islam,” tutur Prof. Aisyah Kara dalam keterangan tertulisnya.
Strategi Mencetak Generasi Berwawasan Dunia
Direktur Pondok Pesantren Puteri Ummul Mukminin, Dra. Masriwaty Malik, M.Th.I., menegaskan program ini merupakan langkah strategis lembaga. Tujuannya agar lulusan mampu beradaptasi dengan kemajuan peradaban dunia tanpa menanggalkan nilai agama.
“Kami ingin santriwati memiliki cakrawala berpikir internasional dan mampu beradaptasi dengan kemajuan peradaban global,” ungkap Masriwaty Malik. Ia menekankan bahwa aspek penguatan bahasa asing menjadi poin krusial dalam kunjungan tersebut.
Perjalanan ini juga dimeriahkan dengan kunjungan ke ikon global seperti Menara Petronas, Genting Highlands, hingga Universal Studios Singapura. Seluruh rangkaian kegiatan diharapkan menjadi bekal karakter bagi santriwati untuk berkontribusi positif di tengah masyarakat.