MALILI — Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) resmi memulai program Healthier Smile Phase 8. Langkah ini merupakan upaya pemerintah daerah memperkuat kolaborasi strategis guna menjamin kesehatan generasi muda melalui lingkungan sekolah.
Sinergi tersebut melibatkan Save the Children (STC), Celosia Marennu Indonesia, dan Mars Snacking Foundation. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdakab Luwu Timur, Aini Endis Anrika, membuka langsung rapat pembentukan Working Group untuk memastikan keberlanjutan program di Aula Bapperida Luwu Timur, Malili, baru-baru ini.
Fokus Penguatan UKS dan Perilaku Hidup Sehat
Program Healthier Smile kali ini tidak hanya menitikberatkan pada kesehatan gigi dan mulut. Program Manager STC, Robert Nufninu, menekankan pentingnya penguatan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) sebagai fondasi utama promosi kesehatan yang berkelanjutan.
"Melalui penguatan UKS, kita memastikan kesehatan anak-anak terjaga melalui promosi kesehatan yang intensif agar pola hidup sehat dapat dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan oleh para siswa," terang Robert.
Integrasi antara promosi kesehatan gigi dengan aspek Water, Sanitation, and Hygiene (WASH) menjadi pilar utama dalam fase kedelapan ini. Selain itu, aspek pelestarian lingkungan turut disisipkan sebagai bagian dari edukasi bagi anak usia dini di sekolah dampingan.
Jangkauan Program Meningkat Menjadi 25 Sekolah
Terdapat peningkatan signifikan pada cakupan wilayah pendampingan di Kabupaten Luwu Timur. District Coordinator STC, Rina Zulwiyati, merinci bahwa jumlah sekolah sasaran terus berkembang dibandingkan fase sebelumnya guna memberikan dampak yang lebih luas.
Pada Phase 7, program ini menjangkau 21 sekolah. Memasuki Phase 8, jumlahnya meningkat menjadi 25 sekolah yang terdiri dari 21 SD Negeri, 2 Madrasah, dan 2 Sekolah Luar Biasa (SLB). Penambahan ini diharapkan mampu memeratakan standar kesehatan anak sekolah di wilayah tersebut.
Investasi Jangka Panjang Sumber Daya Manusia
Pemerintah daerah memandang program ini sebagai investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia. Aini Endis Anrika menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, swasta, dan lembaga non-pemerintah sangat krusial dalam memenuhi standar kesehatan anak.
“Program Healthier Smile ini merupakan investasi jangka panjang bagi kesehatan generasi muda, sehingga kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan lembaga non-pemerintah seperti ini sangat krusial untuk memastikan standar kesehatan anak-anak sekolah kita terpenuhi secara merata,” jelas Aini Endis.
Ia menaruh harapan besar agar inisiatif ini tidak berhenti pada tataran seremonial. Gerakan ini didorong menjadi aksi masif yang mampu mengubah perilaku kesehatan anak secara permanen demi masa depan yang lebih cerah.
Kegiatan Kick Off ini turut dihadiri perwakilan Kementerian Agama Luwu Timur, Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), serta jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Tim pelaksana kini mulai menyusun langkah teknis melalui Working Group untuk implementasi di lapangan.