MAKASSAR — Fasilitas kesehatan berlabel eksekutif di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Makassar menuai kritik tajam dari masyarakat. Rumah sakit vertikal milik Kementerian Kesehatan yang berlokasi di Jalan Metro Tanjung Bunga ini dinilai tidak memberikan pelayanan yang sebanding dengan status layanannya.
Kekecewaan ini mencuat setelah sejumlah pegawai yang menjalani Medical Check Up (MCU) pada Senin (4/5/2026) melaporkan durasi tunggu yang tidak wajar. Meski sudah datang sejak pagi hari dalam kondisi berpuasa sesuai prosedur laboratorium, para pasien justru tertahan lama di berbagai tahapan pemeriksaan.
Antrean Panjang di Tahap X-Ray dan USG Abdomen
Salah satu pasien menceritakan pengalamannya saat harus berpindah dari satu unit pemeriksaan ke unit lainnya. Menurutnya, setelah menyelesaikan proses di laboratorium, alur pemeriksaan seolah terhenti karena koordinasi yang buruk antar-petugas medis.
“Kami sudah datang dari pagi, tapi setelah pemeriksaan laboratorium harus menunggu lama lagi untuk foto X-ray dan USG abdomen,” ungkap pegawai tersebut dengan nada kecewa, Senin (4/5/2026).
Kondisi ini dianggap kontradiktif dengan konsep poliklinik eksekutif yang seharusnya mengedepankan efisiensi waktu dan profesionalisme petugas. Pasien merasa prosedur perpindahan antar-poli tidak terkelola dengan sistematis, sehingga membuang banyak waktu peserta MCU.
Mengapa Koordinasi Layanan Eksekutif Dianggap Lemah?
Masalah koordinasi menjadi poin paling krusial yang dikeluhkan. Pasien merasa diarahkan tanpa kepastian waktu tunggu yang jelas, yang mengakibatkan penumpukan di titik-titik pemeriksaan tertentu. Hal ini dinilai merusak citra layanan eksklusif yang ditawarkan oleh RSUP Makassar.
“Dari poli satu ke poli lain diarahkan, tapi waktunya lama. Tidak terkoordinir dengan baik dan terasa seperti bukan layanan poliklinik eksekutif,” jelas pasien tersebut.
Puncak kekesalan pasien terjadi di poli terakhir. Meskipun sudah menunggu dalam waktu yang lama, nama pasien tidak kunjung dipanggil oleh petugas yang berjaga. Secara spesifik, pasien menyoroti kinerja salah satu staf di bagian administrasi atau pelayanan poliklinik tersebut.
“Saya sudah menunggu lama untuk pemeriksaan di poli terakhir tapi tidak ada panggilan dari petugas berinisial ‘A’ yang melayani di poliklinik eksekutif tersebut,” tegasnya.
Ekspektasi Pasien terhadap Rumah Sakit Vertikal Kemenkes
Sebagai salah satu rumah sakit rujukan utama di Sulawesi Selatan, RSUP Makassar diharapkan mampu menjaga standar pelayanan, terutama pada unit-unit non-reguler. Poliklinik Eksekutif seharusnya menjadi standar percontohan bagi kecepatan dan ketepatan diagnosa medis.
“Poliklinik Eksekutif ini seharusnya pelayanannya lebih profesional dan cepat,” pungkas pasien tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak manajemen RSUP Makassar terkait kendala teknis atau operasional yang menyebabkan keterlambatan pelayanan pada hari tersebut. Keluhan ini menjadi catatan penting bagi evaluasi mutu layanan kesehatan di kawasan Centre Point Of Indonesia (CPI) Makassar.