Pencarian

Pemkot Makassar Siapkan Kandang Khusus 1.500 Sapi di TPA Tamangapa, Sampah Pasar Jadi Pakan Ternak

Senin, 24 Agustus 2026 • 21:41:02 WIB
Pemkot Makassar Siapkan Kandang Khusus 1.500 Sapi di TPA Tamangapa, Sampah Pasar Jadi Pakan Ternak
Petugas menyiapkan kandang khusus untuk menampung sekitar 1.500 ekor sapi di TPA Tamangapa, Makassar.

Pemerintah Kota Makassar melokalisasi sekitar 1.500 ekor sapi yang selama ini berkeliaran mencari makan di area Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tamangapa. Langkah ini diambil untuk menata kota sekaligus meningkatkan kualitas daging ternak dengan pasokan pakan organik dari pasar tradisional. Kebijakan tersebut juga menjadi bagian dari target Makassar Bebas Sampah 2029.

MAKASSAR — Ratusan ternak yang biasa mondar-mandir di sekitar gunungan sampah TPA Tamangapa mulai dipindahkan ke area khusus. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Makassar Helmy Budiman menyebut langkah ini bukan sekadar menggusur, melainkan merelokasi agar ternak mendapat sumber pakan yang lebih sehat dan aman.

Helmy menjelaskan, selama ini sapi-sapi tersebut mencari makan di tumpukan sampah yang berisiko membahayakan kesehatan hewan maupun konsumen dagingnya. Setelah kebijakan pembatasan sampah masuk diterapkan—hanya sampah residu yang diterima—pemerintah menyiapkan lahan khusus dan mengupayakan pasokan sampah organik dari pasar sebagai sumber pakan alternatif.

Kebutuhan Pakan Capai 50 Ton per Hari, Pasokan Baru 10 Ton

Kebutuhan pakan untuk ribuan sapi tersebut diperkirakan mencapai 50 ton per hari. Namun, pasokan sampah organik dari pasar yang sudah terpilah baru sekitar 10 ton per hari.

"Sampah pasar jenis organik yang telah dipilah disiapkan untuk pakan ternak. Ini agar kualitas daging ternak lebih bagus dan juga jadi solusi untuk sampah-sampah pasar," kata Helmy di Makassar, Senin.

Selain soal pakan, relokasi ini juga dimaksudkan untuk mengurangi risiko lingkungan di TPA. Keberadaan ternak yang berkeliaran disebut dapat memicu longsor dan membahayakan.

Makassar Bebas Sampah 2029: Sampah Organik Selesai di Rumah

Ketua Dewan Lingkungan Makassar Melinda Aksa menilai persoalan sampah tidak seharusnya selalu berujung di TPA. Sampah organik rumah tangga bisa diolah mandiri dengan metode sederhana seperti kompos, budidaya maggot, biopori, TEBA, maupun ember tumpuk.

“Kalau sampah organik selesai di rumah, sampah anorganik bisa bernilai ekonomi, maka yang tersisa untuk dibawa ke TPA benar-benar hanya residu. Ini yang kita dorong,” ujarnya.

Melinda menekankan peran RT, RW, lurah, camat, kader PKK, dan tokoh masyarakat sebagai agen perubahan. Edukasi berjenjang dinilai penting agar masyarakat memahami alasan dan manfaat pemilahan sampah, bukan sekadar tahu aturannya.

Pemilahan dari Sumber Kurangi Beban TPA

Pengelolaan sampah di Kota Makassar kini memasuki fase baru. Penerapan kebijakan pemilahan sejak dari sumber menjadi langkah penting untuk mengurangi beban TPA sekaligus membangun kesadaran warga bahwa sampah bukan semata tanggung jawab pemerintah.

Target besar Makassar Bebas Sampah 2029 disebut harus dibangun melalui gerakan bersama, termasuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Follow wartamakassar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: makassar.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks