LUWU — Situasi di dua kecamatan yang sempat diwarnai bentrok antar kelompok pemuda kini berangsur kondusif. Kapolres Luwu, AKBP Adnan Pandibu, mengintensifkan patroli dialogis dan pembinaan sebagai strategi utama meredam potensi gesekan susulan.
Langkah itu mendapat sambutan positif dari berbagai elemen masyarakat. Tokoh pemuda Kabupaten Luwu, Andi Admiral Kaddiraja, menyebut kehadiran personel secara intensif telah memberikan rasa aman bagi warga yang sebelumnya was-was saat sore menjelang malam.
Senjata Rakitan Diserahkan ke Posko UKL
Salah satu indikator keberhasilan pendekatan ini adalah kesadaran warga menyerahkan senjata rakitan secara sukarela. Kapolres Adnan Pandibu mengungkapkan, penyerahan itu terjadi baik di wilayah Walmas maupun Kecamatan Bua.
“Meningkatnya kesadaran warga untuk menyerahkan senjata rakitan secara sukarela tak terlepas dari peran aktif Bhabinkamtibmas yang berinisiatif menyampaikan imbauan serta menjalin komunikasi yang baik dengan masyarakat,” jelas Adnan Pandibu.
Senjata-senjata tersebut sebelumnya digunakan dalam aksi tawuran. Pengamanan barang bukti ini dinilai sebagai langkah penting untuk meredam gesekan di kemudian hari.
Pembentukan UKL Dinilai Efektif Redam Bentrok
Andi Admiral mengapresiasi pembentukan Unit Kecil Lengkap (UKL) yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Ia menilai kehadiran UKL di lapangan menjadi garda terdepan dalam deteksi dini konflik pemuda.
“Manfaat pembentukan UKL di lapangan nyata dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.
Tokoh masyarakat lainnya, Alimuddin Hasyam yang juga Sekretaris Komisi Dakwah MUI Luwu, menyampaikan rasa syukur atas langkah preventif kepolisian. Ia mengajak orang tua dan tokoh agama ikut mengawasi anak-anak agar tidak terpengaruh pergaulan negatif.
Patroli Malam Diperketat, Aktivitas Pelajar Dibatasi
Kapolres Adnan menegaskan pihaknya akan terus mengintensifkan patroli rutin, terutama pada malam hari. Ia memerintahkan seluruh jajaran Polsek untuk meningkatkan pengawasan sebagai tindak lanjut surat edaran Pemkab Luwu terkait pembatasan aktivitas malam bagi pelajar dan remaja.
“Setelah pukul 22.00 WITA, kami imbau orang tua untuk lebih aktif mengawasi anak-anaknya,” tegas Adnan.
Di Kecamatan Bua, tokoh masyarakat Azhar M Toputiri mengakui bahwa bentrok sebelumnya membuat warga resah. Namun, setelah polisi bergerak cepat mengamankan puluhan pemuda, situasi kembali normal. “Patut kita apresiasi,” katanya.
Sinergi Warga dan Polisi Kunci Keberlanjutan Keamanan
Para tokoh sepakat bahwa menjaga kondusifitas wilayah memerlukan peran aktif seluruh elemen. Andi Admiral menekankan, tokoh pemuda siap bersinergi memberikan edukasi agar generasi muda tidak ikut tawuran atau mengonsumsi minuman keras.
“Kami siap membantu kepolisian memberikan edukasi ke masyarakat serta mengajak para remaja untuk tidak ikut dalam aksi yang merugikan diri sendiri dan orang lain,” pungkasnya.