SULAWESI SELATAN — Masa depan Kia Picanto di pasar Eropa, khususnya Inggris, kini berada di ujung tanduk. Mobil mungil yang selama ini menjadi andalan di segmen entry-level tersebut terancam dihapus dari lini produk sebelum memasuki dekade berikutnya. Paul Philpott, CEO Kia UK, menyatakan bahwa regulasi pemerintah yang sangat ketat memaksa pabrikan untuk melakukan seleksi alam terhadap model-model yang masih mengandalkan pembakaran internal murni.
Prioritas Lini Produk: Mengapa Sportage Menumbalkan Picanto?
Dalam wawancara terbaru, Philpott menjelaskan bahwa Kia harus mengambil keputusan sulit terkait model mana yang tetap boleh dijual menggunakan mesin bensin. Berdasarkan aturan ZEV Mandate, pada tahun 2030, hanya 20 persen dari total penjualan pabrikan yang diperbolehkan berasal dari mobil non-listrik. Sisa 80 persen sisanya wajib berupa kendaraan nol emisi.
Masalahnya, model seperti Kia Sportage saat ini menyumbang sekitar 40 persen dari total volume penjualan Kia. Jika kuota mobil bensin dibatasi hanya 20 persen, Kia kemungkinan besar akan memberikan jatah tersebut sepenuhnya kepada Sportage yang lebih menguntungkan secara bisnis. "Ketika Anda hanya bisa menjual 20 persen mobil non-EV, Anda tidak bisa menjual tujuh model ICE sekaligus. Anda harus merelakan beberapa di antaranya," ujar Philpott.
"Melihat situasi sekarang, prioritas nomor satu adalah mempertahankan Sportage karena volume penjualannya yang sangat besar bagi kami. Namun, itu saja sudah bisa menghabiskan seluruh kuota 20 persen sisa penjualan mobil bensin kami," tambahnya.
Target Penjualan EV 80 Persen yang Menghimpit Mesin Bensin
Regulasi ZEV Mandate di Inggris menetapkan tangga kenaikan target yang sangat curam bagi para produsen otomotif. Pada tahun 2026, pabrikan diwajibkan mencapai 33 persen penjualan mobil listrik murni dari total volume mereka. Angka ini akan merangkak naik menjadi 38 persen pada 2027, sebelum akhirnya melompat drastis ke angka 80 persen pada tahun 2030.
Meskipun ada mekanisme fleksibilitas seperti kredit pengurangan CO2 dari penjualan mobil hybrid, Kia melihat celah tersebut tidak cukup luas untuk menyelamatkan Picanto. Kepatuhan terhadap mandat ini menjadi harga mati bagi pabrikan untuk menghindari denda besar, sehingga model dengan margin keuntungan tipis dan emisi yang tidak terkompensasi seperti Picanto menjadi kandidat kuat untuk dipangkas.
Tanpa Opsi Hybrid, Nasib Mesin 1.0L Berada di Ujung Tanduk
Kia Picanto saat ini dipasarkan dengan mesin bensin 1.0 liter tanpa dukungan teknologi hybrid sama sekali. Philpott menegaskan bahwa Kia tidak memiliki rencana untuk menyematkan sistem hybrid pada Picanto demi memperpanjang masa baktinya. Tanpa adanya bantuan motor listrik atau baterai, Picanto secara teknis tidak akan memenuhi syarat untuk dijual setelah tahun 2029 di bawah aturan transisi menuju pelarangan total mobil bensin pada 2035.
Kondisi ini menempatkan Kia pada persimpangan jalan: mengganti Picanto dengan city car listrik murah yang baru atau meninggalkan segmen mobil kecil sepenuhnya, mengikuti jejak beberapa pabrikan lain yang sudah lebih dulu menyerah. "Kami tidak bisa menjual Picanto sebagai mobil bensin melampaui akhir 2029. Kami harus menggantinya dengan sesuatu yang lain atau menyerah seperti yang dilakukan banyak merek lain di pasar mobil kecil," tutup Philpott.
Pemerintah Inggris dijadwalkan melakukan peninjauan terhadap mandat ini pada tahun depan. Namun, para pelaku industri memprediksi perubahan aturan tersebut hanya akan memberikan sedikit kelonggaran dan kemungkinan besar tidak akan berdampak signifikan bagi kelangsungan hidup mobil bermesin bensin murni tanpa elektrifikasi.