MAKASSAR — Kalla Institute memperluas jaringan kolaborasi dengan menggandeng PT Tatanara Logos Strategis guna memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kemitraan ini menitikberatkan pada penguatan aspek hukum, baik untuk pengembangan usaha mahasiswa maupun penguatan kelembagaan kampus di masa depan.
Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) tersebut dilakukan langsung oleh Wakil Rektor I Kalla Institute, Anhar Januar Malik, bersama Direktur PT Tatanara Logos Strategis, Ade Kurniawan. Prosesi ini berlangsung di Auditorium Kalla Institute dengan disaksikan oleh jajaran akademisi dan mahasiswa.
Mengapa Kesadaran Hukum Menjadi Fondasi Utama Bisnis Mahasiswa?
Langkah strategis ini diambil untuk memastikan mahasiswa tidak hanya mahir dalam menciptakan produk, tetapi juga paham mengenai prosedur legalitas. Melalui kolaborasi ini, mahasiswa akan dibekali pemahaman hukum yang mendalam sebagai dasar untuk menjalin kemitraan secara profesional dengan pihak ketiga.
“Sejak awal kami mendorong mahasiswa mengembangkan bisnis secara terstruktur. Aspek legal menjadi hal mendasar agar mereka mampu bekerja sama secara profesional dengan mitra,” ujar Anhar Januar Malik.
Usai seremoni penandatanganan, agenda langsung dilanjutkan dengan workshop bertajuk “Legal Awareness for Business: Pondasi Hukum untuk Bisnis yang Aman dan Berkelanjutan”. Ade Kurniawan hadir sebagai pemateri utama untuk membedah risiko hukum yang sering dihadapi oleh pengusaha pemula.
Peluang Magang dan Penyelarasan Kurikulum dengan Industri
Selain penguatan aspek legal, kerja sama ini membuka akses bagi mahasiswa untuk terjun langsung ke dunia kerja. Program magang dan praktik kerja lapangan (PKL) menjadi salah satu poin krusial dalam kesepakatan ini guna meningkatkan kompetensi hard skills maupun soft skills mahasiswa sebelum lulus.
Kalla Institute juga berkomitmen menyelaraskan kurikulum internal dengan kebutuhan nyata di Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI). Hal ini bertujuan agar pendidikan yang diberikan tidak berhenti pada tataran teori, melainkan tetap aplikatif dan relevan dengan dinamika lapangan yang terus berubah.
Sinergi antara akademisi dan praktisi hukum ini diharapkan mampu mencetak lulusan yang siap bersaing secara global dengan modal integritas dan pemahaman regulasi yang matang.