MAKASSAR — Peringatan dini cuaca ekstrem dikeluarkan BMKG Wilayah IV Makassar untuk empat wilayah di Sulawesi Selatan pada Rabu (13/5) sore. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai kilat, petir, dan angin kencang diprakirakan terjadi mulai pukul 17.00 Wita.
“Peringatan dini cuaca wilayah Sulawesi Selatan tanggal 13 Mei 2026 berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang pada pukul 17:00 Wita,” tulis BMKG dalam keterangan resminya.
BMKG memperkirakan kondisi cuaca ekstrem ini masih berlangsung hingga pukul 19.00 Wita. Warga di wilayah terdampak diminta waspada terhadap potensi genangan air, pohon tumbang, serta sambaran petir.
Empat Kabupaten Terdampak Langsung
Wilayah yang masuk dalam peringatan dini tahap pertama meliputi Kabupaten Maros, Pinrang, Enrekang, dan Luwu Utara. Beberapa kecamatan di masing-masing kabupaten diprakirakan menjadi episentrum hujan lebat.
- Kabupaten Maros: Mandai, Tanralili, Simbang, Tompobulu, Turikale
- Kabupaten Pinrang: Patampanua, Duampanua, Lembang, Paleteang, Batu Lappa
- Kabupaten Enrekang: Enrekang, Cendana
- Kabupaten Luwu Utara: Masamba, Mappedeceng, dan sekitarnya
Potensi Meluas ke Makassar dan 7 Daerah Lain
BMKG juga memperingatkan potensi meluasnya hujan lebat ke sejumlah wilayah di sekitarnya. Kota Makassar menjadi salah satu daerah yang masuk dalam daftar perluasan ini.
Di Kota Makassar, kecamatan yang berpotensi terdampak antara lain Tallo, Panakukkang, Biringkanaya, Manggala, dan Tamalanrea. Sementara di Kabupaten Gowa, potensi hujan meluas ke Kecamatan Parangloe dan Pattalasang.
Wilayah lain yang masuk dalam daftar perluasan meliputi Kabupaten Maros (Bantimurung, Maros Baru, Bontoa, Marusu, Lau, Moncong Loe), Kabupaten Sidenreng Rappang (Pitu Riawa, Pitu Raise), Kabupaten Pinrang (Matirro Sompe, Mattiro Bulu, Watang Sawito, Cempa, Tiroang, Lansirang), Kabupaten Enrekang (Maiwa), Kabupaten Tana Toraja (Mappak), serta Kabupaten Luwu Utara (Sabbang, Baebunta).
Apa yang Perlu Diwaspadai Warga?
Hujan lebat yang disertai angin kencang dan petir berpotensi menyebabkan gangguan aktivitas warga, terutama pada jam pulang kerja dan sekolah. Genangan air di jalan raya juga perlu diantisipasi pengendara, khususnya di titik-titik rendah di Kota Makassar dan sekitarnya.
BMKG mengimbau masyarakat untuk menghindari berteduh di bawah pohon besar atau papan reklame saat hujan disertai angin kencang. Warga di wilayah bantaran sungai dan dataran rendah diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir kiriman.