SULAWESI SELATAN — Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menggelar rapat koordinasi bersama Pertamina dan PLN pada Rabu (21/10/2026) untuk membenahi distribusi BBM bersubsidi dan pemadaman listrik bergilir. Pertamina menambah sekitar 27 unit mobil tangki, sementara PLN menargetkan pemadaman maksimal dua jam per lokasi selama pemeliharaan PLTU Ketapang.
Rapat di ruang kerja Gubernur Kalbar itu dipimpin langsung Gubernur Ria Norsan. Hadir dalam pertemuan Sales Area Manager Pertamina Kalbar, General Manager PLN Wilayah Kalimantan Barat, GM PT AKR, Penjabat Sekretaris Daerah Kalbar, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perindag ESDM Kalbar, serta Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalbar.
Agenda utamanya merumuskan langkah konkret penyaluran BBM ke wilayah pedalaman dan pesisir. Persoalan pemadaman listrik bergilir yang dikeluhkan warga juga masuk pembahasan.
Keluhan Nelayan Jadi Perhatian
Ria Norsan menyebut pemerintah daerah bersama Pertamina terus memperbaiki akses BBM bersubsidi. Keluhan warga, termasuk nelayan di sejumlah kawasan pesisir, menjadi salah satu perhatian utama.
"Semua akan kita upayakan untuk masyarakat agar tidak sulitlah untuk mencari BBM bersubsidi," ujar Ria Norsan dalam rapat tersebut.
Gubernur meminta seluruh instansi terkait dan badan usaha sektor energi memperkuat koordinasi, meningkatkan pengawasan, serta mempercepat penanganan kendala di lapangan. Harapannya, distribusi BBM berjalan lebih lancar dan dampak pemadaman listrik terhadap masyarakat bisa ditekan.
Depot Sintang Sempat Terganggu Surutnya Sungai Kapuas
Sales Area Manager Pertamina Kalbar memaparkan tantangan distribusi ke sejumlah wilayah pedalaman seperti Sintang, Putussibau, Melawi, dan Landak. Faktor geografis dan kendala transportasi membuat penyaluran tidak selalu mulus.
Salah satu gangguan terjadi saat pasokan melalui jalur sungai menuju depot di Sintang terhambat akibat surutnya muka air Sungai Kapuas. Sebagai solusi taktis, Pertamina mengoptimalkan pasokan lewat Terminal BBM Pontianak.
Perusahaan juga mengalihkan distribusi ke jalur darat dengan menambah sekitar 27 unit mobil tangki. Sejumlah area istirahat disiapkan bagi awak tangki untuk mendukung kelancaran perjalanan jarak jauh dari Pontianak ke daerah-daerah terpencil.
Pemadaman Bergilir Imbas Overhaul PLTU Ketapang
GM PLN Wilayah Kalimantan Barat Maria Goreti menjelaskan, pemadaman listrik bergilir berkaitan dengan pemeliharaan mayor atau major overhaul PLTU di Kabupaten Ketapang. Proses pemeliharaan berlangsung sekitar 54 hari.
Selama periode itu, kemampuan pasokan daya dalam sistem kelistrikan mengalami keterbatasan sehingga PLN perlu melakukan pengaturan beban. Defisit daya disebut hanya terjadi pada malam hari.
"Untuk pemeliharaan di PLTU Ketapang sendiri, karena ini memasuki masa major overhaul, berlangsung selama 54 hari. Defisit daya mampu yang terjadi hanya pada malam hari, dan kami upayakan setiap lokasi yang terdampak padam, maksimal dua jam sudah bisa normal kembali," jelas Maria Goreti.
Pemprov Kalbar mendorong Pertamina dan PLN menjalankan langkah penanganan sesuai kewenangan masing-masing. Percepatan penyelesaian kendala distribusi BBM dan menjaga keandalan sistem kelistrikan menjadi dua prioritas yang disorot.
Pemerintah daerah juga menekankan keterbukaan informasi kepada masyarakat. Warga diharapkan bisa memantau perkembangan penanganan gangguan pasokan energi secara transparan.
Sinergi lintas instansi ini menjadi ujian bagi kesiapan layanan energi di Kalimantan Barat, wilayah yang bergantung pada jalur sungai dan darat untuk distribusi BBM. Jika penambahan armada tangki dan pengaturan beban listrik berjalan sesuai rencana, aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat di pedalaman serta pesisir bisa tetap berjalan tanpa gangguan berarti.