Pencarian

Bupati Luwu Patahudding dan Warga Gelar Salat Istisqa di Lapangan Andi Djemma Belopa, Minta Hujan di Tengah Kemarau Panjang

Selasa, 20 Oktober 2026 • 11:32:01 WIB
Bupati Luwu Patahudding dan Warga Gelar Salat Istisqa di Lapangan Andi Djemma Belopa, Minta Hujan di Tengah Kemarau Panjang
Bupati Luwu H. Patahudding menunaikan salat Istisqa di saf depan Lapangan Andi Djemma, Belopa.

BELOPA — Bupati Luwu H. Patahudding mengambil posisi di saf depan Tribun Lapangan Andi Djemma, Belopa, Selasa pagi, 20 Oktober 2026. Sekda Luwu Muh Rudi dan Kabag Kesejahteraan Rakyat Syahruddin Gaffar tampak khusyuk menunaikan dua rakaat salat Istisqa di sisinya.

Salat dipimpin Imam Masjid Agung Belopa Ustadz Khaerul Sumar Al-Hafidz. Usai salat, jamaah mengikuti doa bersama memohon hujan yang membawa keberkahan. Patahudding terlihat mengangkat kedua telapak tangan saat berdoa.

Khatib: Warga Datang Membawa Kelemahan, Bukan Kekuatan

Khatib Ustadz Masdin Udu, Lc menyampaikan khutbah tentang keterbatasan manusia di hadapan Allah SWT. Suasana khusyuk menyelimuti jamaah. Sejumlah jamaah tampak berkaca-kaca dan mengaminkan doa yang dipanjatkan.

"Hari ini kita datang ke tempat ini dalam suasana berbeda. Kita tidak datang untuk bergembira. Kita datang bukan untuk menunjukkan banyaknya jumlah jemaah. Kita tidak datang membawa kekuatan kita, melainkan membawa kelemahan, kebutuhan, dan dosa-dosa kita. Kita datang sebagai hamba yang tidak memiliki hujan, tidak memiliki awan, tidak memiliki angin, bahkan tidak memiliki setetes pun air, kecuali apa yang Allah anugerahkan kepada kita," ungkap Masdin Udu.

Curah Hujan Turun, Bumi Luwu Mengering

Masdin menyebut wilayah Indonesia, termasuk Kabupaten Luwu, sedang mengalami penurunan curah hujan. Kondisi itu membuat bumi mengering, sumber air berkurang, serta tanaman, manusia, dan hewan membutuhkan pasokan air.

Menurut dia, salat Istisqa menjadi momentum bagi umat Islam untuk memohon pertolongan kepada Allah SWT dalam menghadapi kondisi tersebut.

"Hari ini kita datang untuk mengadu, bukan kepada manusia, bukan kepada awan, bukan kepada musim tetapi kepada Rabb yang memiliki langit dan bumi," kata Masdin.

Pesan Surah Al-Mulk Ayat 30 dalam Khutbah

Dalam khutbahnya, Masdin mengingatkan jamaah tentang firman Allah SWT dalam Surah Al-Mulk ayat 30. Ayat itu mempertanyakan siapa yang dapat mendatangkan air apabila air yang tersedia lenyap ke dalam bumi.

"Pertanyaan Allah SWT dalam Qur'an Surah Al-Mulk ayat 30, bagaimana jika air kalian menjadi lenyap ke dalam bumi, maka siapakah yang akan mendatangkan lagi kalian air yang mengalir itu?," kata Masdin.

Pada akhir khutbah, Masdin memanjatkan doa agar Allah SWT menurunkan hujan yang membawa manfaat dan menjadi sumber kekuatan bagi masyarakat.

"Ya Allah, Engkaulah Allah. Tidak ada sembahan yang benar selain Engkau. Engkaulah yang Maha Kaya dan kamilah orang-orang yang fakir. Turunkanlah kepada kami hujan dan jadikanlah apa yang Engkau turunkan itu sebagai kekuatan dan bekal bagi kami sampai suatu masa. Ya Allah, tolonglah kami dengan hujan," ucapnya.

Petani dan Warga Kesulitan Air Didoakan

Masdin juga memohon agar Allah memberikan rahmat kepada masyarakat, termasuk para petani dan warga yang mengalami kesulitan memperoleh air.

"Ya Allah, rahmati kota kami, rahmati negeri kami, rahmati keluarga kami, rahmati orang-orang lemah di antara kami, rahmati para petani kami, rahmati mereka yang kesulitan mendapatkan air serta rahmati seluruh hamba-Mu," kata Masdin.

Melalui salat Istisqa tersebut, Bupati Luwu bersama jajaran pemerintah daerah dan masyarakat berharap hujan segera turun. Harapan itu menyasar satu hal konkret: dampak kemarau berkepanjangan di wilayah Kabupaten Luwu bisa segera teratasi.

Follow wartamakassar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: tekape.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks