Pencarian

Teh Hijau Bantu Pangkas Lemak, Ini Syarat dari Dokter Gizi

Selasa, 20 Oktober 2026 • 09:08:02 WIB
Teh Hijau Bantu Pangkas Lemak, Ini Syarat dari Dokter Gizi
Spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, menjelaskan teh hijau dapat meningkatkan laju metabolisme tubuh.

SULAWESI SELATAN — Teh hijau sering dianggap minuman ajaib yang bisa melunturkan lemak tanpa perlu olahraga. Spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, menjelaskan teh hijau memang meningkatkan laju metabolisme, tapi ada syarat utama yang tidak boleh dilewatkan agar manfaatnya benar-benar bekerja.

Kandungan kafein dalam teh hijau memang hampir setara kopi. Zat aktif inilah yang membuat laju metabolisme tubuh meningkat sedikit, sehingga pembakaran kalori berjalan lebih cepat dibanding saat tubuh pasif.

Namun, dr Yaze menegaskan efek tersebut tidak otomatis membakar lemak jika seseorang minim bergerak. Aktivitas fisik tetap jadi kunci utama agar kerja teh hijau optimal.

Metabolisme Meningkat, Tapi Butuh Gerakan

"Selain kopi ada teh hijau yang juga punya zat aktif. Terus dia juga punya kafein yang hampir sama kayak kopi," ujar dr Yaze dalam siaran langsung TikTok detikHealth, Kamis (15/10/2026).

Menurutnya, kafein dalam teh hijau membuat laju metabolisme tubuh agak meningkat. Efek ini bisa membantu pembakaran kalori, asalkan tubuh tetap aktif bergerak sepanjang hari.

"Selama kita ada pergerakan, selama kita ada aktivitas. Jadi bukan berarti habis minum teh hijau terus duduk rebahan, tiduran, nggak bergerak apa-apa, salah juga," tegasnya.

Efek Kenyang Hanya Bertahan Sekitar 2 Jam

Kafein dalam teh hijau juga bisa menekan nafsu makan sementara. Ibu yang sedang menjalani program penurunan berat badan mungkin merasa lebih cepat kenyang setelah meminumnya.

Sayangnya, efek ini tidak bertahan lama. "Tapi memang sementara nih sifatnya. Jadi kayak setelah itu, setelah 2 jam kemudian, pasti akan merasa lapar lagi," terang dr Yaze.

Karena itu, teh hijau tidak bisa dijadikan pengganti porsi makan harian. Kebutuhan nutrisi tubuh tetap harus dipenuhi dari makanan bergizi seimbang, bukan hanya dari minuman herbal.

Jangan Diet Ekstrem dengan Teh Hijau

dr Yaze mewanti-wanti agar masyarakat tidak mengonsumsi teh hijau secara berlebihan untuk menggantikan makan. Pola diet ekstrem seperti ini justru berisiko mengganggu kebutuhan gizi harian.

"Jadi bukan berarti dalam 1 hari terus 3-4 kali minum kopi atau minum teh hijau lalu nggak makan nasi, itu nggak benar juga ya," pungkasnya.

Bagi ibu yang ingin menurunkan berat badan, teh hijau bisa jadi pendamping yang membantu, bukan solusi instan. Kombinasikan dengan aktivitas fisik rutin dan pola makan seimbang agar hasilnya bertahan lama.

Kapan Perlu Konsultasi ke Dokter Gizi

Konsumsi teh hijau umumnya aman bagi orang dewasa sehat. Namun, ibu dengan kondisi tertentu seperti anemia, gangguan lambung, atau sedang hamil dan menyusui sebaiknya berkonsultasi dulu dengan dokter sebelum menjadikannya rutinitas harian.

Begitu juga jika berat badan tidak turun meski sudah rutin minum teh hijau dan berolahraga. Dokter gizi bisa membantu menelusuri penyebabnya dan menyusun strategi yang sesuai kondisi tubuh.

Follow wartamakassar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: health.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks