Pencarian

Pertamina Sebut Antrean Solar di Makassar Bukan karena Kelangkaan, Ini Pemicu Sebenarnya

Rabu, 14 Oktober 2026 • 14:01:01 WIB
Pertamina Sebut Antrean Solar di Makassar Bukan karena Kelangkaan, Ini Pemicu Sebenarnya
Sales Branch Manager I Fuel Sulselbar, Muhammad Yoga Prabowo, menyampaikan keterangan usai rapat koordinasi di Balai Kota Makassar, Selasa (13/10/2026).

MAKASSAR — Sales Branch Manager I Fuel Sulselbar, Muhammad Yoga Prabowo, mengatakan peningkatan kebutuhan di lapangan membuat penyaluran Solar perlu diatur agar antrean tidak mengganggu arus lalu lintas. Penegasan itu disampaikan usai rapat koordinasi bersama Pemerintah Kota Makassar di Balai Kota Makassar, Selasa (13/10/2026).

"Kalau terkait dengan antrean ini, kalau kelangkaan tidak, kami sampaikan secara stok maupun supply itu aman dari terminal maupun di SPBU, hanya memang terdapat beberapa aspek," kata Yoga.

Kendaraan Logistik Berukuran Besar Jadi Pemicu Utama

Faktor pertama yang diidentifikasi Pertamina adalah meningkatnya kebutuhan dari sektor logistik. Truk pengangkut barang membutuhkan Solar dalam jumlah besar untuk menunjang aktivitas distribusi di Makassar dan sekitarnya.

Persoalannya, sejumlah SPBU di Makassar memiliki luas area terbatas. Kondisi itu membuat antrean kendaraan besar berpotensi mengganggu kelancaran lalu lintas di sekitar stasiun pengisian.

"Memang saat ini yang menjadi isu di lapangan kan adalah untuk antrean solar ya, memang karena yang pertama kendaraannya atau konsumennya itu kendaraannya cukup besar," ujar Yoga.

Menurutnya, pengaturan pelayanan menjadi keharusan untuk mengantisipasi penumpukan kendaraan. "Area SPBU di Makassar kan gak terlalu luas ya kalau teman-teman lihat ya sehingga memang perlu kita lakukan pengaturan-pengaturan melalui klusterisasi," lanjutnya.

Disparitas Harga Dorong Peralihan ke Solar Bersubsidi

Selain faktor logistik, Pertamina menduga perbedaan harga BBM nonsubsidi dan bersubsidi turut memengaruhi antrean. Selisih harga yang cukup tinggi diduga mendorong sebagian konsumen beralih menggunakan Solar bersubsidi.

"Yang kedua memang adanya disparitas harga yang cukup tinggi ya sehingga adanya proses shifting nih dari konsumen yang sebelumnya menggunakan Pertamina Dex," kata Yoga.

Dia menyebut sejumlah kendaraan pribadi juga mulai terlihat mengantre untuk mendapatkan Solar bersubsidi. Pertamina kini menganalisis besarnya peralihan konsumen tersebut untuk mengetahui pengaruhnya terhadap peningkatan permintaan.

"Nah itu yang memang kami sedang analisis ya terkait dengan berapa besar sih ini shifting dari non-subsidi ke yang subsidi ini," katanya.

Meski permintaan meningkat, Yoga menegaskan pasokan ke terminal maupun SPBU tetap dalam kondisi aman. "Tapi kalau secara supply dan stok itu insyaallah aman," tegasnya.

Empat Klaster SPBU Disiapkan Urai Antrean

Untuk mengurai antrean, Pertamina bersama Pemkot Makassar membahas pembagian SPBU menjadi empat klaster, yakni Pelabuhan, Perintis, Pettarani, dan dalam kota. Setiap klaster akan memiliki pengaturan pelayanan yang disesuaikan dengan karakteristik wilayah dan kebutuhan konsumen.

Klaster Pelabuhan akan diprioritaskan untuk kendaraan logistik, sedangkan kawasan Perintis dan Pettarani juga difokuskan pada pelayanan Solar. SPBU di dalam kota akan lebih diarahkan untuk melayani kendaraan pribadi dengan pengaturan sesuai kondisi setempat.

Yoga menjelaskan kendaraan besar akan diarahkan mengisi BBM di klaster tertentu. Pengaturan ini bertujuan agar antreannya tidak bercampur dengan kendaraan lain di kawasan dalam kota.

"Sehingga nantinya bisa kita fokuskan untuk yang memang kendaraan-kendaraan besar itu bisa mengisi di klaster tertentu, baik itu di klaster Pelabuhan, Perintis maupun Pettarani," jelasnya.

Pembagian klaster ini diharapkan membuat distribusi Solar lebih tertata, terutama di jam-jam sibuk ketika truk logistik dan kendaraan pribadi sama-sama mengisi bahan bakar.

Follow wartamakassar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sulsel.idntimes.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks