Pencarian

Kabut Asap Kalbar: Muhammadiyah Hadirkan Rumah Oksigen untuk Balita

Jumat, 25 September 2026 • 11:38:31 WIB
Kabut Asap Kalbar: Muhammadiyah Hadirkan Rumah Oksigen untuk Balita
Petugas menyiapkan Rumah Oksigen Balita di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah Kalimantan Barat, Kubu Raya.

SULAWESI SELATAN — Kabut asap karhutla menyelimuti Kalimantan Barat dan memicu lebih dari 170 ribu kasus ISPA di tiga provinsi Kalimantan sepanjang Agustus–September 2026. Muhammadiyah Kalbar merespons dengan meluncurkan Rumah Oksigen Balita di Kubu Raya, fasilitas perlindungan pertama yang dirancang khusus untuk balita dan ibu menyusui.

Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah Kalimantan Barat di Jalan Arteri Supadio, Kubu Raya, resmi membuka Rumah Oksigen Balita pada Sabtu, 19 September 2026. Fasilitas ini menjadi rumah oksigen ke-12 yang didirikan Muhammadiyah Kalbar, tetapi yang pertama menyasar balita dan ibu menyusui secara spesifik.

Langkah itu diambil setelah kualitas udara di sejumlah kota di Kalimantan Barat memburuk akibat kebakaran hutan dan lahan yang berulang. Kelompok rentan, terutama anak-anak, menjadi pihak yang paling terpapar risiko gangguan pernapasan.

Lonjakan ISPA di Tiga Provinsi Kalimantan

Laporan Kementerian Kesehatan mencatat sekitar 170 ribu lebih kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tiga provinsi Kalimantan sepanjang Agustus–September 2026. Angka itu muncul saat kabut asap tebal menyelimuti kota-kota di kawasan tersebut.

Balita dan anak-anak berada di posisi paling rawan karena sistem pernapasan mereka belum berkembang sempurna. Paparan asap dalam waktu lama bisa memicu infeksi berulang dan memperburuk kondisi kesehatan yang sudah ada.

Bukan Sekadar Posko Kesehatan

Koordinator Posko Penanganan Karhutla Muhammadiyah Kalbar, M. Hermayani Putera, menjelaskan bahwa Rumah Oksigen Balita dirancang sebagai tempat perlindungan sementara, bukan fasilitas kesehatan.

Fasilitas ini berfungsi untuk pertolongan pertama bagi balita dan anak-anak yang terdampak asap. Masyarakat di Pontianak dan Kubu Raya bisa mengakses beberapa titik Rumah Oksigen secara gratis.

Di dalamnya tersedia Ruang Sensori dan Playground agar hak bermain serta stimulasi motorik anak tetap terpenuhi dengan aman. Ada pula layanan Psikososial Anak yang diisi relawan untuk mendampingi anak-anak mengurangi kecemasan dan trauma selama bencana.

Bagi ibu menyusui, tersedia ruang laktasi tertutup yang menjaga privasi. Nutrisi dan ASI untuk si kecil tetap bisa diberikan tanpa hambatan meski berada di tengah situasi darurat.

Respons Muhammadiyah untuk Kelompok Rentan

Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Barat, Nilwani Hamid, menyebut fasilitas ini sebagai wujud kepedulian organisasi terhadap masyarakat terdampak karhutla.

"Ini kepedulian Muhammadiyah terhadap masyarakat, insyaallah kita akan sebarluaskan, dan akan terus mendorong di kabupaten/kota di Kalimantan Barat, untuk membangun Rumah Oksigen," ujarnya, dilansir dari laman resmi mykalbar.com, Sabtu (19/9/2026).

Program ini berjalan di bawah payung Indonesia Siaga yang diusung Lazismu, diperkuat One Muhammadiyah One Response (OMOR). Relawan kemanusiaan bergerak cepat menyelamatkan kelompok rentan begitu status kedaruratan ditetapkan.

Yang Perlu Ibu Waspadai Saat Kabut Asap

Jika kualitas udara di sekitar rumah memburuk, batasi aktivitas anak di luar ruangan. Gunakan masker yang sesuai ukuran wajah anak ketika harus keluar rumah, dan tutup ventilasi dengan kain lembap untuk mengurangi partikel asap yang masuk.

Perhatikan tanda gangguan pernapasan pada si kecil: batuk yang tak kunjung reda, napas cepat, sesak, atau kulit kebiruan. Segera bawa ke fasilitas kesehatan terdekat jika muncul gejala tersebut, terutama bila anak memiliki riwayat asma atau alergi.

Pastikan asupan cairan dan ASI tetap cukup selama kabut asap berlangsung. Rumah Oksigen Balita di Kubu Raya bisa menjadi pilihan tempat berlindung sementara bagi ibu dan anak yang tinggal di area terdampak.

Kehadiran fasilitas ini memberi jeda aman bagi keluarga dengan balita di tengah bencana yang datang berulang setiap tahun. Mengetahui titik terdekat dan tanda bahaya pada anak menjadi bekal penting bagi ibu di wilayah Kalimantan Barat.

Follow wartamakassar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: lazismu.org

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks