Pencarian

Damkar Gowa Siaga 24 Jam Bermodal 3 Armada Lawas, 56 Personel Layani 18 Kecamatan

Minggu, 04 Oktober 2026 • 06:32:05 WIB
Damkar Gowa Siaga 24 Jam Bermodal 3 Armada Lawas, 56 Personel Layani 18 Kecamatan
Petugas Damkar Gowa bersiap dalam kondisi siaga satu selama musim kemarau.

GOWA — Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Gowa M. Said Harmil menyatakan pihaknya tetap menempatkan seluruh personel dalam kondisi siaga satu meski sarana operasional jauh dari memadai. Dari 56 personel yang ada, mereka dibagi ke dalam tiga peleton dengan pola tiga shift agar pelayanan tidak terputus.

Pola itu membuat armada dan personel kerap berpindah medan dalam satu hari. Siang hari mereka bergerak ke dataran tinggi, malamnya meluncur ke dataran rendah.

Tiga Armada Lawas untuk Wilayah 1.883 Kilometer Persegi

Dinas Damkar Gowa hanya memiliki tiga unit mobil pemadam kebakaran. Usia kendaraan tersebut sudah lebih dari 10 tahun.

Jumlah itu harus menopang pelayanan di 18 kecamatan, 167 desa dan kelurahan, dengan luas wilayah sekitar 1.883,33 kilometer persegi. Rasio antara armada dan cakupan wilayah inilah yang membuat beban tugas dinilai tidak sebanding dengan kesiapan sarana.

Musim kemarau memperbesar persoalan tersebut. Potensi kebakaran meningkat, sementara laporan yang masuk ke ruang kerja Damkar nyaris datang setiap hari.

Personel Siaga 24 Jam, Layanan Aplikasi Tetap Online

M. Said Harmil menyebut penyiagaan penuh dilakukan setiap musim kemarau tiba. Selain personel, layanan melalui aplikasi juga dibuka setiap saat.

"Jumlah personil Damkar di Gowa sebanyak 56 Orang, dalam kondisi siaga satu, kami membagi menjadi 3 peleton dengan pola 3 shi, terkadang siang hari armada dan personil damkar harus bergerak ke dataran tinggi dan malamnya armada meluncur ke dataran rendah," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa seluruh personel akan tetap bekerja maksimal meski kondisi sarana memprihatinkan. Pernyataan itu disampaikan pada Jumat (2/10).

Baju Anti Api hingga Masker Oksigen Belum Tersedia

Selain keterbatasan armada, perlengkapan operasi untuk melindungi personel disebut belum ada hingga kini. Daftarnya mencakup baju anti api (fire jacket), helm anti api, masker oksigen, sepatu anti api, kaos kaki, dan sarung tangan anti api.

"Selain kondisi armada yang memprihatinkan, keberadaan seragam operasi berupa baju anti api (fire Jacket), helm anti api, masker oksigen, sepatu antinapi, kaos kaki dan tangan anti api sampai sekarang belum ada, walaupun sarana operasional sangat memprihatinkan apalagi dengan kondisi kemarau belum ada, semua personil Damkar akan bekerja maksimal," tambahnya.

Ketiadaan alat pelindung diri menjadi risiko tersendiri bagi personel yang harus masuk ke area terbakar. Tanpa perlengkapan standar, keselamatan kru bergantung pada prosedur dan kehati-hatian di lapangan.

Bukan Hanya Kebakaran

Beban kerja Dinas Damkar Gowa tidak berhenti pada penanganan kebakaran. Personel juga diterjunkan untuk persoalan lain di luar tugas utama tersebut.

Kombinasi antara cakupan wilayah luas, armada terbatas, perlengkapan minim, dan personel yang harus siaga penuh menggambarkan kondisi layanan darurat di Gowa saat ini.

Follow wartamakassar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: harian.news

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks