Dari 64,2 juta UMKM di Indonesia, Sulawesi Selatan menyumbang sekitar 8,5% di antaranya. Dari jumlah itu, tidak sedikit yang produknya sudah tembus ke ritel modern di Jawa dan Sumatera. Bukan sekadar oleh-oleh khas, produk-produk ini bersaing langsung dengan merek nasional di rak supermarket.
Berikut tujuh UMKM unggulan asal Sulsel yang layak kamu incar—baik sebagai konsumen maupun referensi bisnis. Data harga dan lokasi dikumpulkan langsung dari produsen pada Februari 2026.
1. Maccaroni Kering Mama Riri (Makassar)
Berdiri sejak 2018 di Jalan Tamalanrea Raya, Makassar, Mama Riri memproduksi makaroni kering dengan 12 varian rasa. Yang membedakan dari kompetitor adalah tekstur renyah yang bertahan hingga dua bulan tanpa pengawet.
Produk ini sudah masuk ke 30 titik Indomaret dan Alfamart di Sulsel, serta dua distributor di Surabaya. Harga eceran Rp12.000-Rp15.000 per kemasan 150 gram. Untuk pesanan partai besar, minimal 50 karton dengan diskon 10%.
2. Kopi Arabika Bittuang (Tana Toraja)
Kopi ini digarap Kelompok Tani Bittuang Jaya di Kecamatan Bittuang, Kabupaten Tana Toraja. Berbeda dengan kopi Toraja pada umumnya, Bittuang menggunakan teknik fermentasi kering selama 36 jam yang menghasilkan profil rasa fruity dengan aftertaste cokelat.
Sudah diekspor ke Jepang dan Australia, tapi untuk pasar nasional bisa dibeli di marketplace dengan harga Rp65.000 per 200 gram biji kopi sangrai. Pengiriman dari Makassar ke Jakarta rata-rata 3-4 hari kerja via ekspedisi darat-laut.
3. Abon Ikan Tuna "La'langi" (Bone)
Berlokasi di Jalan Poros Bone-Watampone, Desa Palakka, usaha ini dirintis oleh Hj. Rahmawati sejak 2015. Abon tuna La'langi menggunakan ikan segar dari Pelabuhan Bajoe yang diproses dalam 6 jam setelah ditangkap.
Teksturnya lebih kering dibanding abon sapi, cocok untuk stok lahan praktis. Harga Rp35.000 per toples 250 gram. Sudah masuk ke jaringan hotel di Makassar dan beberapa restoran di Bali.
4. Kerupuk Ikan Bandeng "Crispy Fish" (Pangkep)
Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) terkenal dengan bandengnya. UMKM Crispy Fish di Kecamatan Minasatene mengolah bandeng menjadi kerupuk dengan kadar minyak rendah. Proses penggorengan menggunakan vacuum frying pada suhu 80 derajat Celcius.
Hasilnya: kerupuk tidak berminyak dan renyah hingga 3 bulan. Harga Rp18.000 per kemasan 100 gram. Distribusi utama di pasar modern Makassar dan Batam. Omzet bulanan rata-rata Rp45 juta per 2025.
5. Songkok Lipa' Sabbe (Wajo)
Songkok atau kopiah khas Wajo ini bukan sekadar penutup kepala. Lipa' Sabbe di Jalan Andi Makkasau, Sengkang, memproduksi songkok dari benang sutra asli yang ditenun manual. Satu songkok membutuhkan waktu 3-4 hari pengerjaan.
Pasar utamanya adalah pejabat dan pengusaha di Jakarta. Harga mulai Rp150.000 untuk bahan polos hingga Rp500.000 untuk bordir emas. Pemesanan ramai menjelang Idulfitri dan Pilkada. Pengiriman via kargo udara dari Bandara Sultan Hasanuddin.
6. Minyak Goreng Kelapa "Sari Alam" (Bulukumba)
Berbeda dengan minyak goreng sawit, Sari Alam memproduksi minyak kelapa murni (VCO) dan minyak goreng kelapa kemasan botol 500 ml. Proses produksi di Jalan Poros Bulukumba-Sinjai menggunakan metode pemanasan rendah tanpa bahan kimia.
Harga Rp55.000 per botol. Keunggulannya: tidak berbau tengik dan tahan 6 bulan di suhu ruang. Produk ini sudah masuk ke pasar organik di Jakarta dan Bandung. Kapasitas produksi 500 botol per hari.
7. Sirup Markisa "Fruit Valley" (Makassar)
Markisa asal Malino dan Sinjai diolah oleh Fruit Valley yang berlokasi di Jalan Urip Sumoharjo, Makassar. Sirup ini menggunakan markisa asli 60% per botol, bukan perasa buatan. Varian rasa: markisa, markisa-lemon, dan markisa-strawberry.
Harga Rp25.000 per botol 600 ml. Sudah menjadi minuman wajib di beberapa kafe di Makassar dan Surabaya. Distribusi ke Jawa Timur melalui agen tunggal di Surabaya.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
1. Bagaimana cara beli produk UMKM Sulsel secara online?
Mayoritas sudah tersedia di Shopee dan Tokopedia dengan ongkir termurah dari Makassar. Cari nama produk langsung di kolom pencarian.
2. Apakah ada tempat belanja langsung di Makassar?
Kunjungi Pasar Terong atau Mal Pelayanan Publik (MPP) Makassar lantai dasar. Banyak tenant UMKM binaan Dinas Koperasi yang menjual produk-produk ini.
3. Berapa lama waktu pengiriman ke Jakarta?
Estimasi 3-5 hari kerja via JNE atau Sicepat dari Makassar. Untuk produk seperti abon dan kerupuk, daya tahan produk masih aman dalam perjalanan.
4. Apakah bisa beli dalam jumlah banyak untuk reseller?
Bisa. Hubungi langsung nomor kontak yang tertera di kemasan. Mayoritas produsen memberikan harga khusus minimal 20 karton.
5. Produk mana yang paling laku di luar Sulsel?
Berdasarkan data penjualan 2025, Kopi Bittuang dan Sirup Fruit Valley menempati posisi teratas karena permintaan tinggi dari kafe di luar daerah.
Produk-produk ini membuktikan bahwa UMKM Sulawesi Selatan tidak hanya berjualan di pasar tradisional. Dengan konsistensi kualitas dan kemasan yang baik, mereka mampu bersaing di rak ritel nasional. Kamu bisa memulainya dengan mencoba satu produk hari ini—baik untuk konsumsi pribadi atau sebagai tambahan stok usaha kecil.