MAKASSAR — Perhelatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Nasional ke-54 dan HUT Dekranas ke-46 yang digelar di Trans Studio Mall Makassar pada 9-12 Juli 2026 menjadi titik balik bagi perajin anyaman di Luwu Timur. PT Vale Indonesia memboyong produk UMKM binaannya ke pameran itu, membuka akses pemasaran yang sebelumnya hanya terbatas di tingkat lokal.
Dua produk utama yang ditampilkan adalah anyaman Teduhu dari Desa Nuha dan Sampa Konao dari Desa Matano. Keduanya merupakan kerajinan tangan khas yang sarat nilai budaya dan telah melalui proses pendampingan panjang dari perusahaan tambang tersebut.
Pendampingan dari Hulu ke Hilir
Head of External Relations Regional and Growth PT Vale Indonesia, Endra Kusuma, menegaskan bahwa keterlibatan perusahaan tidak berhenti pada promosi semata. "Tujuan kami mendukung kegiatan ini adalah agar masyarakat binaan semakin mandiri secara ekonomi, usahanya berkelanjutan, dan produk-produk lokal mereka semakin dikenal, bukan hanya di tingkat daerah tetapi juga nasional," ujarnya di sela-sela pameran.
PT Vale menjalankan program pendampingan menyeluruh melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM). Pelatihan rutin digelar mulai dari manajemen usaha, pemasaran, proses produksi, hingga strategi branding dengan menghadirkan narasumber tingkat nasional.
Regenerasi Pengrajin: Tantangan yang Mulai Teratasi
Anyaman Teduhu dipilih sebagai produk utama bukan tanpa alasan. Di balik nilai budayanya yang kuat, kerajinan ini menghadapi masalah serius: regenerasi pengrajin. "Dulu pengrajinnya cukup banyak, tetapi sekarang mulai berkurang karena generasi muda kurang tertarik. Karena itu kami melakukan pelatihan kepada anak-anak muda agar keterampilan ini tidak terputus dan tetap lestari," jelas Endra.
Upaya ini mulai membuahkan hasil. Beberapa anak muda di Desa Nuha dan Matano kini mulai tertarik mengikuti pelatihan anyaman, membuka harapan baru bagi kelestarian kerajinan tradisional tersebut.
Pasar Meluas, Omzet Meningkat
Senior Coordinator PTPM Livelihood PT Vale, Zainab Husain Paragay, mengungkapkan bahwa saat ini sekitar lima hingga sepuluh UMKM binaan telah berhasil memperluas jangkauan pemasaran hingga ke tingkat nasional. Sektor makanan dan minuman masih menjadi kontributor terbesar, namun produk kerajinan mulai menunjukkan peningkatan permintaan.
PT Vale juga memanfaatkan produk UMKM binaan sebagai suvenir resmi bagi tamu dan mitra perusahaan. "Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan eksposur produk sekaligus membuka peluang pasar yang jauh lebih luas bagi pelaku UMKM di Luwu Timur," pungkas Zainab.
Lewat pameran nasional ini, anyaman Teduhu bukan lagi sekadar anyaman tali. Ia adalah rajutan asa dari generasi muda Luwu Timur yang membuktikan bahwa menjaga tradisi bisa berjalan beriringan dengan menjemput kesejahteraan.