MAKASSAR — Perhelatan nasional selama empat hari di ibu kota Sulawesi Selatan itu resmi berakhir dengan prosesi penabuhan alat musik tradisional Jalaka. Tito Karnavian bersama Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin dan Ketua Dekranasda Kota Makassar Melinda Aksa menjadi ikon penutupan seremoni tersebut.
Transaksi Rp4 Miliar dan Efek Domino ke Sektor Lain
Meski angka transaksi langsung selama pameran Dekra Ekspo tercatat mencapai sekitar Rp4 miliar, Tito menegaskan manfaat ekonomi yang dirasakan jauh lebih besar. Menurutnya, perputaran uang tidak hanya terjadi di stan pameran, tetapi juga menggerakkan sektor perhotelan, transportasi, dan kuliner di Makassar.
"Acara ini tidak mudah dilaksanakan. Saya menyampaikan apresiasi kepada jajaran Pemprov dan Bapak Wali Kota Makassar atas acara ini," ujar Tito Karnavian dalam sambutannya, mengapresiasi peran Pemerintah Kota Makassar sebagai tuan rumah.
Munafri Arifuddin Dampingi Tito hingga Penutupan
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin tampak mendampingi langsung sang menteri sejak awal hingga akhir acara. Kehadirannya bersama Ketua Harian Dekranas Tri Tito Karnavian, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, dan Ketua Dekranasda Sulsel Naoemi Octarina Sudirman menunjukkan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap pengembangan ekonomi kreatif berbasis kerajinan.
Tito menilai penyelenggaraan HUT Dekranas akan tercatat sebagai bagian dari sejarah Kota Makassar. Ia optimistis efek berganda dari acara ini akan terus dirasakan oleh pelaku UMKM lokal dalam beberapa bulan ke depan.
151 UMKM Ramaikan Pameran, Makassar Kian Kokoh sebagai Pusat Ekonomi Kreatif
Sebelumnya, Wali Kota Munafri menyebut sebanyak 151 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) turut meramaikan Dekra Ekspo 2026. Ia menegaskan bahwa ajang ini sekaligus memperkuat posisi Makassar sebagai pusat ekonomi kreatif di kawasan timur Indonesia.
Perayaan HUT Dekranas ke-46 tahun ini menjadi momentum bagi para perajin wastra dan kriya dari berbagai daerah untuk bertemu langsung dengan pasar di Makassar. Dukungan penuh dari pemerintah pusat dan daerah diharapkan mampu mendorong kebangkitan sektor kerajinan nasional pasca-pandemi.