MAKASSAR — Deklarasi Masyarakat Koperasi Sulawesi Selatan (MASKOP) digelar di Dembo Drink, Makassar, Minggu (12/7/2026). Acara dirangkaikan dengan doa bersama dan syukuran memperingati Hari Koperasi ke-79.
Kegiatan dihadiri pengurus, mitra koperasi, akademisi, penyuluh, pelaku UMKM, pedagang, hingga pegiat usaha dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan. Sejumlah tokoh dari Kabupaten Wajo, Gowa, Luwu, Maros, dan Kota Makassar telah menyatakan kesiapan bergabung.
Mengapa MASKOP Dibentuk di Tengah Maraknya Praktik Koperasi Menyimpang?
Ketua Panitia sekaligus Penyuluh Usaha, Muh. Dahlan, mengatakan deklarasi MASKOP dilatarbelakangi keprihatinan terhadap praktik koperasi yang menyimpang dari prinsip-prinsip dasar dan merugikan masyarakat.
"Dalam diskusi, kami melihat masih banyak praktik koperasi yang menyimpang dari prinsip-prinsip sebenarnya. Karena itu, MASKOP hadir untuk meluruskan pemahaman masyarakat melalui pendidikan dan pelatihan agar masyarakat semakin cerdas dalam mengenali koperasi yang benar," jelas Dahlan.
Koperasi Kebajikan: Target Bentuk di Seluruh Kabupaten/Kota
Dewan Pendiri MASKOP, Profesor Muhammad Asdar, menegaskan koperasi telah terbukti menjadi pilar ekonomi yang kuat di berbagai negara seperti Jerman, Australia, Prancis, Belgia, Jepang, dan Amerika Serikat.
"Koperasi itu baik dan telah terbukti berhasil di berbagai negara. Koperasi yang dijalankan sesuai dengan sunnah Rasul, yaitu saling tolong-menolong, akan mampu menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat," ujar Asdar.
Ia menambahkan, MASKOP didirikan oleh 33 orang pendiri yang berkomitmen membangun gerakan koperasi berdasarkan nilai-nilai kebajikan. Ke depan, organisasi menargetkan pembentukan koperasi kebajikan di seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan.
Dari Akademisi hingga Pedagang: Siapa Saja yang Terlibat?
Peserta deklarasi berasal dari berbagai latar belakang profesi: dosen, penyuluh, pelaku UMKM, pebisnis, pedagang, hingga pengelola biro usaha. Setelah deklarasi ini, MASKOP akan membentuk koperasi di berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan.
"Hari ini, dengan kemampuan sendiri, kita ingin memakmurkan dan mensejahterakan masyarakat Sulawesi Selatan melalui Masyarakat Koperasi Sulawesi Selatan atau MASKOP," kata Asdar.
Langkah awal ini menjadi fondasi membangun gerakan koperasi yang lebih profesional, edukatif, dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat Sulawesi Selatan.