SULAWESI SELATAN — Aturan final insentif kendaraan listrik (EV) yang telah ditandatangani Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto akan resmi berlaku mulai Juli 2026. Subsidi motor listrik Rp 5 juta per unit diberikan dalam bentuk potongan langsung dari harga jual, bukan sistem reimbursment. Sasaran utamanya adalah pengemudi ojek online dan kurir logistik yang terdaftar di platform resmi dan memiliki KTP.
Skema Subsidi dan Target 2 Juta Motor Listrik pada 2027
Program subsidi ini sebenarnya sudah berjalan pada 2023–2024, namun sempat terhenti karena evaluasi anggaran. Kini pemerintah kembali menggulirkannya dengan skema lebih terarah demi mengejar target 2 juta motor listrik di jalan pada 2027. Selain subsidi motor, aturan ini juga mencakup insentif mobil listrik dan pembangunan infrastruktur pengisian daya.
Ekosistem baterai kendaraan listrik nasional dijadwalkan diresmikan pada akhir Juli 2026. Langkah ini menandai kesiapan Indonesia dalam rantai pasok EV dari hulu ke hilir. Kuota tahap pertama subsidi diperkirakan 200.000 unit, meski masih dalam pembahasan lebih lanjut.
Ofero Carria 1: Motor Listrik Angkut Barang dengan Baterai Swap
Bertepatan dengan momentum insentif EV, Ofero meluncurkan Carria 1 di Jakarta Fair 2026 yang berlangsung hingga pertengahan Juli. Motor listrik ini dirancang khusus untuk pelaku UMKM dan usaha logistik jarak pendek. Kapasitas angkutnya mencapai 200 kg, dengan jarak tempuh 130 km dalam sekali pengisian daya.
Baterai Carria 1 menggunakan lithium-ion yang bisa dilepas (swapable), sehingga pengisian daya tidak memerlukan stasiun khusus. Kecepatan maksimalnya 70 km/jam, sesuai standar kendaraan listrik Indonesia. Target harga setelah subsidi berkisar Rp 15–18 juta, bersaing dengan motor bensin entry level.
Ofero menargetkan motor ini bisa menekan biaya operasional UMKM hingga 50% dibanding motor bensin. Dengan biaya listrik yang lebih murah, pengeluaran transportasi bulanan pelaku usaha kecil diharapkan turun signifikan.
Pasar Motor Listrik Indonesia Makin Ramai: Gesits, TVS, hingga Alva
Persaingan pasar motor listrik tanah air kian ketat. Selain pemain lama seperti Gesits, Volta, dan Selis, muncul pendatang baru seperti Ofero dan TVS. TVS bahkan sempat menyentil merek-merek "musiman" yang hanya muncul saat ada subsidi dan menghilang setelahnya, menandakan pasar mulai memasuki fase konsolidasi.
Pemain utama lainnya termasuk Alva yang mengusung sistem baterai swap premium, serta Selis dengan gaya retro. Dengan subsidi Rp 5 juta dan ekosistem baterai yang mulai terbangun, beberapa pabrikan sudah menyiapkan kapasitas produksi hingga 50.000 unit per tahun untuk mengantisipasi lonjakan permintaan di semester II 2026.