SULAWESI SELATAN — Sebanyak 3.161 personel gabungan dari Polri, TNI, dan Pemerintah Daerah diterjunkan untuk mengamankan proses eksekusi lahan sengketa di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat. Proses yang berlangsung Kamis (18/6) itu diwarnai bentrokan antara aparat dan sekelompok massa yang menghadang di area drop off Hotel Sultan.
Water Cannon dan Lemparan Batu Warnai Pengosongan Lahan
Aparat keamanan yang memasuki area hotel langsung dihadang oleh massa. Situasi cepat memanas. Massa melempari batu dan botol kaca ke arah petugas. Pasukan yang bertahan di balik tameng kemudian merespons dengan menyemprotkan water cannon untuk membubarkan kerumunan.
Belum ada keterangan resmi mengenai jumlah korban luka atau kerusakan material akibat insiden tersebut. Proses pengamanan masih berlangsung hingga siang hari dengan pengawalan ketat dari personel gabungan.
Latar Sengketa Lahan Hotel Sultan
Eksekusi ini merupakan buntut dari sengketa kepemilikan lahan seluas puluhan hektare di kawasan GBK. Lahan yang menjadi lokasi Hotel Sultan dan fasilitas lainnya telah lama menjadi objek perkara perdata. Pihak yang memenangkan gugatan memperoleh hak eksekusi atas tanah tersebut, yang kemudian memicu perlawanan dari pihak yang menempati dan kelompok yang mengklaim memiliki hak historis atas lahan itu.
Proses hukum telah berjalan bertahun-tahun dan mencapai tahap eksekusi setelah putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap. Namun, upaya pengosongan lahan selalu diwarnai ketegangan karena adanya penolakan dari sejumlah pihak yang masih menempati area tersebut.
Keterlibatan Tiga Pilar Keamanan
Pengerahan ribuan personel gabungan menunjukkan skala prioritas pengamanan yang tinggi. Polri, TNI, dan Pemda DKI Jakarta bersinergi untuk memastikan proses eksekusi berjalan sesuai prosedur hukum. Kehadiran aparat dalam jumlah besar bertujuan mengantisipasi potensi gangguan keamanan yang lebih luas.
Belum ada pernyataan resmi dari manajemen Hotel Sultan maupun kuasa hukum para pihak yang bersengketa terkait jalannya eksekusi hari ini. Proses pengamanan diperkirakan berlangsung selama beberapa hari ke depan hingga seluruh aset di atas lahan sengketa dapat dikosongkan secara penuh.