Pencarian

Antisipasi El Nino, Menteri Dody Hanggodo Optimalkan Ribuan Sumur Bor dan Bendungan

Sabtu, 01 Agustus 2026 • 19:06:00 WIB
Antisipasi El Nino, Menteri Dody Hanggodo Optimalkan Ribuan Sumur Bor dan Bendungan

Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk mengantisipasi wilayah yang berpotensi dilanda kekeringan saat musim kemarau. Salah satu upayanya adalah mengoptimalkan 10.789 sumur bor dengan kapasitas lebih dari 114 ribu meter kubik per detik.

Tak hanya sumur bor, Kementerian PU juga menyiagakan bendungan, bendung, embung, dan waduk demi menjaga kestabilan pasokan air. Infrastruktur ini diarahkan untuk menopang kebutuhan masyarakat maupun lahan pertanian saat kekeringan atau El Nino terjadi.

Dody menyampaikan, pengelolaan infrastruktur sumber daya air menjadi faktor penting dalam menjaga produktivitas pertanian dan ketahanan pangan di tengah ancaman perubahan iklim.

"Kementerian PU terus berkomitmen membangun dan menyelesaikan infrastruktur pengelolaan air seperti bendungan, bendung, embung, hingga waduk di berbagai daerah. Kehadiran infrastruktur ini sangat penting untuk mendukung ketersediaan air irigasi pertanian, menjaga produktivitas lahan, serta memastikan pasokan pangan tetap terjaga meskipun menghadapi tantangan musim kemarau atau perubahan iklim," kata Menteri Dody.

Kementerian PU juga mengatur pola operasi bendungan serta jaringan irigasi agar distribusi air lebih efisien. Untuk menghadapi kondisi darurat, sejumlah peralatan disiapkan agar dapat dikerahkan ke daerah-daerah terdampak.

Peralatan itu meliputi 125 unit mobile pump, 921 pompa alkon, dan 49 mesin bor. Pemerintah turut mendata wilayah rawan kekeringan sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai cara beradaptasi.

Kementerian PU mendorong penerapan teknologi Irigasi Padi Hemat Air (IPHA) di sektor pertanian untuk menekan penggunaan air.

Pembangunan infrastruktur air terus dikebut, mulai dari bendungan, jaringan irigasi, jaringan irigasi air tanah (JIAT), hingga sumur bor, demi memperkuat ketahanan air nasional dalam jangka panjang.

Di Sulawesi Selatan, BMKG mencatat sekitar 79 persen wilayah diperkirakan mengalami kemarau lebih kering dari biasanya, dengan puncak pada Agustus hingga September 2026, termasuk di Kota Makassar. Bahkan, BPBD Makassar memperkirakan fase paling berat dari kekeringan baru akan terjadi pada September hingga Oktober 2026, sehingga status tanggap darurat tengah disiapkan untuk mengantisipasi dampaknya.

Kementerian PU saat ini memiliki 240 bendungan dengan total kapasitas tampung 7,89 miliar meter kubik, 601 situ dan danau dengan volume tampungan 135,59 miliar meter kubik, serta lebih dari 1.000 tampungan air baku untuk mendukung kebutuhan masyarakat.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks