SULAWESI SELATAN — Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi skuad Garuda yang bermain di hadapan pendukung sendiri. Sepanjang babak kedua, Indonesia sebenarnya mencoba bangkit setelah tertinggal jauh di babak pertama. Namun, penyelesaian akhir yang tumpul dan celah di lini belakang membuat Vietnam semakin percaya diri menguasai jalannya pertandingan.
Dua Peluang Emas Indonesia Gagal Berbuah Gol Sebelum Petaka Menghampiri
Tim asuhan Herdman memulai babak kedua dengan tempo lebih tinggi. Pada menit ke-57, Thom Haye melepaskan tembakan keras dari tepi kotak penalti, tetapi kiper Giang Patrik Le masih mampu mengamankan bola. Sundulan Mitchell Baker pada menit ke-65 memanfaatkan umpan silang dari sisi kanan juga belum menemui sasaran.
Herdman merespons kebuntuan timnya dengan memasukkan tiga pemain sekaligus pada menit ke-66. Beckham Putra, Jens Raven, dan Tim Geypens masuk untuk menambah daya gedor. Keputusan berani ini sempat mengubah ritme serangan, tetapi justru meninggalkan ruang di lini tengah yang dieksploitasi Vietnam.
Dua Menit yang Menghancurkan: Dari Bendungan Nadeo ke Gol Ketiga Vietnam
Vietnam nyaris mencetak gol keempat pada menit ke-70 melalui tembakan melengkung Do Hoang Hen yang masih melebar di sisi kanan gawang Nadeo. Semenit berselang, giliran Xuan Son yang menjadi mimpi buruk. Striker naturalisasi itu melepaskan tembakan kaki kiri yang sempat diblok Nadeo, namun bola muntah langsung disambar kembali olehnya dari dalam kotak penalti. Sontekan kaki kiri itu meluncur mulus ke gawang dan memastikan skor menjadi 3-0.
Gol tersebut seolah menjadi paku terakhir bagi perlawanan Indonesia di laga ini. Setelahnya, permainan Vietnam semakin cair dan Indonesia kesulitan membangun serangan efektif. Beberapa upaya dari Ragnar Oratmangoen dan Eliano Reijnders gagal menembus pertahanan rapat lawan.
Masalah Klasik di Lini Belakang dan Pekerjaan Rumah Herdman
Kekalahan ini memperlihatkan rapuhnya koordinasi lini belakang Indonesia saat menghadapi serangan balik cepat. Tiga gol yang bersarang di gawang Nadeo berasal dari skema yang hampir serupa: umpan terobosan ke sisi sayap dan penyelesaian satu lawan satu. Statistik pertandingan mencatat Vietnam melepaskan lebih banyak tembakan tepat sasaran dibanding tuan rumah.
Dengan hasil ini, Indonesia wajib memenangkan dua laga sisa untuk menjaga asa melaju ke semifinal. Herdman punya pekerjaan besar untuk membenahi mental tim dan transisi bertahan-menyerang yang terlihat kacau di laga kontra Vietnam. Dukungan penuh suporter di Stadion Pakansari pun tak mampu menolong Garuda dari kekalahan perdana di turnamen ini.