MAKASSAR — PPDI Kabupaten Takalar bergerak cepat merespons gangguan teknis pada Anjungan Digital Desa di wilayahnya. Ketua PPDI Takalar Nasrullah Sijayak mengungkapkan, masih ada desa yang memiliki fasilitas anjungan digital namun terkendala proses sinkronisasi antara aplikasi dan perangkat yang digunakan.
Kendala Sinkronisasi Menghambat Layanan Warga
Masalah teknis ini membuat layanan administrasi desa tidak bisa berjalan maksimal. Padahal, Anjungan Digital Desa dirancang untuk mempercepat layanan publik secara mandiri dan transparan.
“Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan layanan digital desa dapat berjalan optimal dan memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses berbagai layanan administrasi,” kata Nasrullah saat dikonfirmasi dari Makassar, Sabtu.
Pendampingan Langsung ke Operator Desa
Tim PPDI Takalar turun langsung ke desa-desa yang membutuhkan. Mereka melakukan identifikasi masalah secara menyeluruh, mulai dari pengecekan perangkat keras hingga pengaturan koneksi aplikasi.
Operator desa juga mendapat bimbingan teknis terkait penggunaan dan pemeliharaan sistem. Pendekatan ini mendapat apresiasi dari pemerintah desa setempat, karena membantu mengatasi hambatan yang selama ini mengganggu operasional layanan digital.
Transformasi Digital Tak Cuma Soal Perangkat
Nasrullah menekankan, transformasi digital desa tidak cukup hanya dengan menyediakan perangkat dan aplikasi. Peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang mengelola sistem menjadi faktor krusial.
“Dengan berfungsinya kembali anjungan digital, masyarakat diharapkan dapat memperoleh layanan administrasi secara lebih mudah, mandiri, dan efisien tanpa harus melalui proses manual yang memakan waktu,” ujar dia.
PPDI Takalar berkomitmen melanjutkan pendampingan secara berkelanjutan ke desa-desa yang membutuhkan. Langkah ini untuk memastikan program digitalisasi desa tidak berhenti pada tahap pengadaan alat, tetapi benar-benar memberi manfaat nyata bagi warga.