MAKASSAR — Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar resmi mengantongi izin pembukaan Program Studi (Prodi) S3 Teknik Sipil. Surat Keputusan (SK) dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah 9 Sultanbatara, Dr Andi Lukman, di Makassar, Sabtu (15/2).
Andi Lukman menyebutkan, terbitnya izin ini merupakan pengakuan atas kesiapan sumber daya manusia di lingkungan kampus UMI. Salah satu syarat utama pembukaan program doktor adalah ketersediaan minimal dua profesor, dan UMI dinilai telah memenuhinya.
"Untuk membuka Program S3 itu minimal memiliki dua profesor. UMI telah menyiapkan sumber daya yang besar sehingga memang layak membuka Program Doktor," ujarnya.
Rektor: Bukan Sekadar Izin, tapi Amanah untuk Bangsa
Rektor UMI, Prof Dr Hambali Thalib, menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan pemerintah. Ia menegaskan bahwa pembukaan program doktor ini bukan sekadar menambah daftar prodi baru, melainkan wujud komitmen mencetak sumber daya manusia unggul di bidang konstruksi.
"Kami tidak sekadar membuka Program Doktor Teknik Sipil, tetapi menyiapkan insinyur, peneliti dan pemimpin masa depan yang mampu menghadirkan solusi bagi pembangunan Indonesia melalui ilmu pengetahuan, riset dan inovasi," kata Hambali.
Menurutnya, izin yang telah diterbitkan ini merupakan amanah yang akan dijawab dengan penyelenggaraan pendidikan doktor yang berkualitas, budaya riset yang kuat, serta kolaborasi yang luas dengan pemerintah, dunia usaha, dan industri.
Fokus Riset: dari Infrastruktur Transportasi hingga Mitigasi Bencana
Program Doktor Teknik Sipil UMI diharapkan menjadi pusat pengembangan riset yang menjawab tantangan pembangunan nasional. Beberapa bidang yang akan menjadi fokus kajian antara lain infrastruktur transportasi, sumber daya air, hingga konstruksi berkelanjutan.
"Pembangunan masa depan membutuhkan lebih dari sekadar infrastruktur yang kokoh. Kita memerlukan sumber daya manusia yang mampu merancang, membangun dan merawatnya dengan ilmu, integritas, serta kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat," jelas Hambali.
Selain itu, riset juga akan diarahkan pada mitigasi bencana serta pengembangan kota dan wilayah yang adaptif terhadap perubahan zaman. Dengan begitu, lulusan program ini nantinya tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga peka terhadap isu lingkungan dan kebutuhan sosial masyarakat.