LUWU — Aiptu Andi Palaloi menjadi orang pertama yang mendapati Kusnadi tergeletak di atas ranjang kamar mess. Sebelumnya, Andi baru kembali dari pos penjagaan dan sempat mengetuk pintu kamar korban.
Tidak ada jawaban dari dalam. Andi lantas memanggil Aiptu Sahrul Mubarak untuk ikut memeriksa. Keduanya membuka pintu dan menemukan korban sudah bersimbah darah, dengan senjata api dinas berada di samping tubuhnya.
Senjata Api Dinas Ditemukan di Samping Korban
Di lokasi kejadian, petugas menemukan sepucuk senjata api dinas jenis V2 Sabhara. Dugaan awal mengarah pada luka tembak yang melibatkan senjata tersebut.
Namun, penyebab pasti kematian belum bisa disimpulkan. Polisi menyatakan masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut sebelum menentukan apakah kematian murni akibat tembakan atau ada faktor lain.
Hingga laporan awal diterima, tim identifikasi (Inafis) Satreskrim Polres Luwu masih berolah TKP. Penyisiran di kamar mess berlangsung untuk mengungkap rangkaian peristiwa yang berujung pada kematian korban.
Korban Bertugas di Ditpamobvit Polda Sulsel
Kusnadi bertugas sebagai Bintara Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Polda Sulsel. Penempatannya di Kabupaten Luwu berkaitan dengan pengamanan objek vital, termasuk kawasan tambang PT Masmindo Dwi Area.
Kamar mess Halmahera di Desa Rante Balla menjadi tempat tinggal sementara bagi personel yang bertugas di lokasi tersebut. Mess itu berada di lingkungan operasional perusahaan tambang di Kecamatan Latimojong.
Motif Belum Dibeberkan Polisi
Polisi belum menyampaikan keterangan lebih lanjut mengenai motif maupun rangkaian peristiwa yang menyebabkan anggota Polri tersebut meninggal dunia. Sejumlah saksi, termasuk dua rekan yang menemukan jenazah, masih dimintai keterangan.
Olah TKP dan pemeriksaan Inafis menjadi kunci awal. Hasilnya akan menentukan arah penyelidikan, termasuk kemungkinan keterlibatan pihak lain atau peristiwa yang bersifat murni kecelakaan kerja.