MAKASSAR — Pemkot Parepare menempatkan penanganan stunting sebagai bagian dari tanggung jawab daerah, bukan sekadar program kesehatan. Tasming Hamid menyebut persoalan stunting berkaitan erat dengan kualitas sumber daya manusia dan keberlanjutan pembangunan daerah.
Karena itu, penanganannya membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan. Mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, kader, hingga masyarakat di tingkat bawah.
Isi Komitmen Pemkot Parepare di Aksi Stop Stunting 2026
Tasming menegaskan dukungan penuh terhadap langkah strategis pemerintah provinsi di sektor penguatan program percepatan penurunan stunting.
"Tentu, kami Pemerintah Kota Parepare sangat mendukung langkah strategis pemerintah provinsi dalam sektor penguatan program percepatan penurunan stunting," ujar Tasming.
Mantan anggota DPRD Parepare dua periode itu juga menyatakan kesiapan bersinergi dengan pemerintah provinsi. Menurutnya, langkah tersebut bagian dari tanggung jawab Pemkot Parepare.
"Dalam hal penanganan stunting, kami berkomitmen dan siap bersinergi dengan pemerintah provinsi dalam upaya mendukung program ini. Ini bagian dari tanggung jawab kami," tegasnya.
Gizi, Layanan Kesehatan, dan Edukasi Jadi Fokus Penanganan
Pembangunan generasi sehat dan berkualitas, kata Tasming, harus dimulai sejak dini. Ada tiga jalur yang disorot: pemenuhan kebutuhan gizi, peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, serta edukasi berkelanjutan kepada masyarakat.
Pendekatan itu sejalan dengan penekanan Pemprov Sulsel dalam surat undangan bernomor 005/15152/DINKES tertanggal 31 Oktober 2026. Surat tersebut menekankan langkah penanganan stunting yang strategis, terintegrasi, dan berkelanjutan.
Intervensi gizi diarahkan tidak hanya menurunkan angka prevalensi. Status gizi dan derajat kesehatan masyarakat secara menyeluruh juga menjadi sasaran.
Gubernur Andi Sudirman Soroti Peran Kader sebagai Ujung Tombak
Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menekankan pentingnya peningkatan kapasitas dan kesigapan kader. Kader dinilai punya posisi strategis karena bersentuhan langsung dengan masyarakat.
"Peran kader menjadi penting untuk memastikan berbagai intervensi penurunan stunting tidak berhenti pada tataran kebijakan, tapi harus benar-benar menjangkau keluarga dan kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian," kata Andi Sudirman.
Sebagai bentuk apresiasi, Gubernur membagikan sepeda kepada sejumlah peserta yang berhasil menjawab pertanyaan. Apresiasi diberikan kepada peserta yang mengikuti kegiatan secara langsung maupun daring.
500 Peserta dari Lintas Sektor
Peluncuran Aksi Stop Stunting 2026 dihadiri langsung Gubernur Sulsel, anggota DPRD Provinsi Sulsel, unsur pemerintah daerah, pimpinan organisasi perangkat daerah, dan lembaga terkait. Peserta yang hadir mencapai 500 orang.
Mereka berasal dari pimpinan pemerintah daerah, Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), organisasi perangkat daerah, hingga kepala dinas kesehatan kabupaten/kota. Kegiatan mengusung tema "Aksi Nyata Andalan Hati, Bergerak Bersama, Satukan Langkah, Wujudkan Sulsel Bebas Stunting untuk Generasi Emas 2045".
Pemprov Sulsel berharap kolaborasi seluruh daerah semakin kuat. Upaya percepatan penurunan stunting diharapkan berjalan lebih terarah dan berkelanjutan demi menyiapkan generasi sehat, cerdas, berkualitas, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.