Tim Tanggap Darurat Bencana BPBD Kota Makassar mendistribusikan air bersih gratis ke 62 kelurahan yang dilanda kekeringan akibat kemarau, dengan 28.054 kepala keluarga atau 97.356 jiwa tercatat menerima manfaat. Total 5.138.000 liter air telah disalurkan tanpa memungut biaya ke warga yang kesulitan akses air bersih. Pemantauan dan penilaian lapangan masih berlanjut untuk memperluas jangkauan distribusi.
MAKASSAR — Kepala Pelaksana BPBD Makassar Fadli Tahar menyatakan pihaknya masih terus melakukan pemantauan dan penilaian di lapangan untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga yang terdampak kekeringan. Armada tim bergerak langsung ke titik-titik yang telah ditentukan berdasarkan kebutuhan dan kondisi lapangan, bukan menunggu warga datang mengambil air.
"Anggota kami masih terus melakukan pemantauan dan assessment di lapangan. Tim kami juga terus berkoordinasi dengan pihak kelurahan, kecamatan, PDAM dan Damkarmat untuk proses penilaian dan pendistribusian itu," ujar Fadli di Makassar.
28.054 KK di 62 Kelurahan Terima Manfaat
Operasi distribusi air bersih telah menjangkau 62 kelurahan di berbagai kecamatan. Sebanyak 28.054 kepala keluarga atau 97.356 jiwa tercatat telah menerima manfaat dari program tersebut.
Volume air bersih yang telah terdistribusi mencapai 5.138.000 liter. Seluruh pendistribusian dilakukan secara gratis tanpa memungut biaya kepada warga.
Fadli menegaskan operasi itu merupakan bagian dari Tanggap Darurat Bencana BPBD Kota Makassar dalam merespons dampak kekeringan yang melanda sejumlah wilayah.
Sasaran Utama: Warga Bukan Pelanggan PDAM
BPBD Makassar memprioritaskan warga yang mengalami keterbatasan akses air bersih. Sasaran utama adalah mereka yang menggunakan air bawah tanah, bukan pelanggan PDAM.
"Yang menjadi sasaran utama adalah masyarakat yang mengalami keterbatasan akses air bersih, yang menggunakan air bawah tanah, bukan pelanggan PDAM," kata Fadli.
Penentuan lokasi distribusi dilakukan berdasarkan hasil penilaian dan kondisi lapangan yang terus diperbarui oleh tim di kecamatan dan kelurahan.
Dukungan Armada dari Berbagai Instansi
Dalam pendistribusian air bersih, BPBD Makassar bergerak bersama berbagai unsur yang memberikan dukungan kendaraan dan mobilisasi. Dukungan datang dari Damkarmat, DLH, PMI, Kementerian PU, kecamatan, serta armada lainnya.
Sebagian besar kebutuhan distribusi ditopang menggunakan truk sewa agar mobilisasi air dapat terus berjalan dan jangkauan pelayanan bisa diperluas. Koordinasi dengan PDAM dan Damkarmat juga dilakukan untuk memastikan penilaian dan pendistribusian berjalan lancar.
Pemantauan dan penilaian di lapangan masih berlangsung. BPBD Makassar belum menentukan kapan operasi tanggap darurat kekeringan akan berakhir, menunggu perkembangan kondisi cuaca dan kebutuhan warga di wilayah terdampak.