Pencarian

Mahasiswa KKN Unhas Dorong Warga Barru Olah Sampah Organik Jadi Kompos, Audiensi dengan DLH Disiapkan

Kamis, 16 Juli 2026 • 21:55:31 WIB
Mahasiswa KKN Unhas Dorong Warga Barru Olah Sampah Organik Jadi Kompos, Audiensi dengan DLH Disiapkan
Mahasiswa KKN Unhas mensosialisasikan metode Takakura kepada warga Barru untuk mengolah sampah organik menjadi kompos.

BARRU — Sekitar 40 peserta yang terdiri dari lurah, Babinsa, ketua RT/RW, kader Posyandu, hingga perwakilan sekolah memadati Balai Pertemuan Kelurahan Lompo Riaja, Kecamatan Tanete Riaja. Mereka bukan sekadar mendengar paparan, tetapi ikut merancang program yang bakal berjalan selama masa KKN.

Metode Takakura: Solusi Sampah Organik dari Rumah

Program unggulan yang diusung adalah sosialisasi dan demonstrasi pembuatan kompos menggunakan metode Takakura. Teknik ini memungkinkan setiap rumah tangga mengolah sisa dapur menjadi pupuk tanpa bau, cocok untuk lahan terbatas.

Mahasiswa menargetkan pengurangan volume sampah yang dikirim ke tempat pembuangan akhir. Jika berhasil, program ini akan diperkuat dengan audiensi ke Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Barru untuk membahas penyediaan tempat penampungan sementara (TPS) komunal dan evaluasi jadwal pengangkutan sampah di kelurahan.

Bukan Sekadar Kompos: Ada Peta Digital hingga Teh dari Rambut Jagung

Selain program kelompok, mahasiswa juga membawa sejumlah inisiatif individu hasil observasi lapangan. Beberapa di antaranya:

  • Pembaruan peta administrasi wilayah berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG)
  • Pengembangan website profil kelurahan
  • Program EcoMind untuk menumbuhkan kepedulian lingkungan di kalangan pelajar
  • Pohon Impian sebagai penguatan karakter remaja
  • Pemanfaatan limbah rambut jagung menjadi teh herbal melalui konsep Zero Waste Corn Village
  • Edukasi literasi keuangan untuk mencegah penipuan digital
  • Penyediaan papan informasi berbasis QR Code di Situs Makam Megalitik Sumpang Ralla untuk pelestarian warisan budaya

Babinsa: Jaga Adat, Buka Ruang Kolaborasi

Babinsa Kelurahan Lompo Riaja mengingatkan mahasiswa untuk tetap menjaga nilai-nilai budaya setempat.

"Harapan kami, adik-adik mahasiswa dapat menjaga adat istiadat yang ada di daerah ini meskipun berasal dari berbagai daerah. Kami juga berharap dapat dilibatkan dalam program-program kerja yang akan dilaksanakan sehingga terjalin kerja sama yang baik antara mahasiswa dan seluruh unsur masyarakat," ujarnya dalam sesi diskusi.

Lurah: Jangan Sampai Berhenti Saat KKN Usai

Lurah Lompo Riaja, Fatahuddin, S.Sos., mengapresiasi program yang dirancang mahasiswa. Ia menekankan pentingnya keberlanjutan.

"Semoga program kerja yang dirancang mahasiswa tidak berhenti ketika masa KKN berakhir, tetapi dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat. Kami juga berharap seluruh masyarakat dapat memberikan dukungan, masukan, bahkan terlibat langsung dalam setiap program yang akan dilaksanakan," katanya.

Melalui seminar ini, mahasiswa KKN berharap seluruh program dapat dijalankan secara kolaboratif bersama pemerintah dan masyarakat. Sinergi ini diyakini mampu menghadirkan inovasi yang menjawab kebutuhan lokal sekaligus memperkuat pengelolaan lingkungan di Kelurahan Lompo Riaja.

Bagikan
Sumber: matakita.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks