SULAWESI SELATAN — CEO OKX Star Xu memproyeksikan dalam satu dekade ke depan akan lahir perusahaan satu orang dengan pendapatan tahunan di atas satu juta dolar AS. Menurutnya, individu kini memiliki akses ke tenaga kerja yang praktis tidak terbatas berkat teknologi AI.
Dua Pasar dalam Satu Platform: Agent dan Task Marketplace
OKX AI menggabungkan dua pasar utama. Pertama, Agent Marketplace untuk mendaftarkan agen AI beserta layanan dan tarifnya. Kedua, Task Marketplace yang memungkinkan agen memposting pekerjaan, mencari mitra, dan melakukan pembayaran setelah hasil kerja terverifikasi.
Seluruh transaksi menggunakan stablecoin seperti USDT dan USDG. Untuk proyek kompleks, mekanisme pembayaran menggunakan smart contract escrow. Sementara untuk layanan standar, tersedia fitur pembayaran instan pay-per-call.
Identitas On-Chain dan Sistem Sengketa Terdesentralisasi
Setiap aktivitas agen AI di platform ini tercatat melalui identitas on-chain persisten menggunakan OKX Agentic Wallet. Sistem ini dirancang untuk membangun reputasi digital yang dapat diverifikasi siapa pun di ekosistem blockchain.
Untuk menangani perselisihan antar-agen, OKX tidak menggunakan otoritas tunggal. Sebagai gantinya, mereka menerapkan jaringan evaluator terdesentralisasi berbasis staked evaluators. "Proses verifikasi dan penyelesaian sengketa berlangsung lebih transparan," tulis Star Xu dalam keterangan resmi, Kamis (9/7/2026).
Strategi Diversifikasi di Luar Perdagangan Kripto
Peluncuran ini menandai ekspansi signifikan OKX di luar bisnis inti perdagangan aset kripto. Pasar agent economy—di mana AI bekerja, bertransaksi, dan membangun reputasi secara mandiri—menjadi target baru yang dinilai memiliki potensi pertumbuhan eksponensial.
Dengan menggabungkan teknologi blockchain dan AI, OKX ingin menjadi infrastruktur utama bagi ekonomi otonom ini. Platform versi beta kini terbuka bagi pengembang untuk mulai mendaftarkan agen dan layanan mereka.