SULAWESI SELATAN — BAU-BAU — Masyarakat Sulawesi Tenggara yang hendak bepergian ke Surabaya pada akhir Juni 2026 bisa memanfaatkan empat jadwal kapal Pelni yang tersedia. Rute Bau-Bau ke Surabaya akan melayani keberangkatan pada 21, 25, 26, dan 27 Juni 2026 dengan trayek yang sama, yakni transit di Pelabuhan Makassar, Sulawesi Selatan.
Jadwal ini menjadi alternatif transportasi laut bagi warga yang ingin menyeberang dari wilayah timur Indonesia ke Pulau Jawa. Pelni mengoperasikan kapal-kapal reguler yang telah terjadwal untuk melayani lintasan antarprovinsi tersebut.
Empat Hari Keberangkatan di Akhir Juni
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kapal dari Bau-Bau menuju Surabaya akan berlayar pada rentang waktu yang cukup rapat di pekan terakhir Juni. Keberangkatan pertama jatuh pada Minggu, 21 Juni 2026, disusul Kamis, 25 Juni, Jumat, 26 Juni, dan Sabtu, 27 Juni 2026.
Setiap perjalanan dari Bau-Bau ke Surabaya memerlukan waktu tempuh yang bervariasi tergantung jenis kapal dan kondisi cuaca. Transit di Makassar menjadi titik singgah wajib sebelum kapal melanjutkan pelayaran menuju Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.
Transit di Makassar Jadi Rute Utama
Pilihan rute melalui Makassar merupakan jalur pelayaran yang umum digunakan untuk menghubungkan kawasan Indonesia timur dengan barat. Pelabuhan Makassar berfungsi sebagai hub utama Pelni di kawasan timur, sehingga hampir semua kapal dari Bau-Bau menuju Surabaya akan singgah di kota ini.
Penumpang yang turun di Makassar juga bisa memanfaatkan jadwal ini untuk melanjutkan perjalanan ke berbagai daerah lain di Sulawesi Selatan. Sebaliknya, penumpang dari Makassar yang hendak ke Surabaya bisa naik di pelabuhan yang sama pada hari yang sama.
Cek Tiket dan Jadwal Sebelum Berangkat
Calon penumpang disarankan untuk memeriksa ketersediaan tiket jauh-jauh hari, terutama pada musim liburan sekolah yang biasanya meningkatkan volume penumpang. Pelni menyediakan pemesanan tiket secara online melalui aplikasi dan situs resmi, serta di loket pelabuhan.
Jadwal keberangkatan dapat berubah sewaktu-waktu karena faktor cuaca atau operasional. Masyarakat diminta untuk selalu memantau informasi terbaru dari kantor Pelni setempat atau melalui kanal resmi perusahaan pelayaran milik negara tersebut.