SULAWESI SELATAN — Keputusan ini diambil setelah pemerintah resmi menetapkan margin keuntungan baru bagi Bulog melalui Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 3 Tahun 2026. Ketentuan itu mengerek margin dari sebelumnya hanya Rp 50 per kg menjadi Rp 970 per kg, atau setara 7 persen dari harga jual.
Dengan margin baru tersebut, proyeksi neraca keuangan Bulog hingga akhir tahun diprediksi positif di angka Rp 1,14 triliun. Rizal menyebut tambahan pemasukan ini tidak hanya dinikmati sebagai laba, tetapi dikembalikan untuk memperkuat operasional perusahaan.
Anggaran Perawatan Gudang Naik Signifikan
Rizal menjelaskan, biaya operasional untuk perawatan gudang akan dinaikkan dua kali lipat. Sebagai gambaran, untuk gudang Tipe A berkapasitas 3.500 ton ke atas, anggaran pemeliharaan yang semula Rp 2 juta akan menjadi Rp 4 juta.
"Kami naikkan biaya operasionalnya di gudang menjadi dua kali lipat. Harapan kami, kualitas dan standardisasi beras tetap terjaga sesuai dengan yang diharapkan oleh pemerintah," ujar Rizal di Kantor Bulog, Jakarta, Selasa (4/8/2026).
Dana tersebut dialokasikan untuk perawatan rutin gudang mulai dari pembersihan harian, mingguan, bulanan, hingga pemeriksaan semesteran. Rizal menegaskan bahwa para kepala gudang dan staf lapangan menjadi prioritas utama dalam program ini.
"Mereka adalah ujung tombak dan tulang punggung Bulog dalam memelihara dan merawat beras," imbuhnya.
Efisiensi Bunga Bank Selamatkan Rp 1,07 Triliun
Di luar kenaikan margin, Bulog juga berhasil menekan beban keuangan melalui restrukturisasi utang. Beban bunga cicilan perusahaan turun drastis dari kisaran 7–8 persen menjadi hanya 2–3 persen, sebagian berkat subsidi bunga kredit dari pemerintah sebesar 2 persen.
Hasilnya, Bulog menghemat anggaran hingga Rp 1,07 triliun dalam satu tahun. Rizal menyebut kombinasi antara margin penjualan yang lebih sehat dan beban bunga yang lebih ringan membuat posisi keuangan perusahaan jauh lebih stabil.
"Ini luar biasa, dan dampak dari pengurangan bunga bank tersebut membuat Bulog mampu mengurangi biaya pembayaran bunga lebih dari Rp 1,07 triliun dalam setahun," jelasnya.
Dampak ke Masyarakat dan Komitmen Layanan
Perbaikan finansial ini pada akhirnya diarahkan untuk meningkatkan layanan publik. Rizal berjanji hasil positif dari margin baru akan dipakai untuk memperbaiki kualitas pelayanan Bulog kepada masyarakat, terutama dalam hal distribusi dan ketersediaan beras.
"Dengan penambahan hasil yang positif ini, Bulog akan memperbaiki dan menaikkan kualitas serta tingkat pelayanan kepada masyarakat. Kami berjanji akan berbuat yang terbaik untuk bangsa dan negara Republik Indonesia," tegasnya.
Dengan tambahan anggaran perawatan gudang mulai berlaku September 2026, Bulog berharap kualitas beras yang disalurkan ke pasar tetap terjaga. Hal ini menjadi krusial mengingat Bulog mengemban tugas menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan nasional.