Pencarian

Falsafah Jawa dan Tiga Menu Andalan yang Setia Mendampingi Perjalanan Presiden Prabowo

Rabu, 17 Juni 2026 • 01:00:31 WIB
Falsafah Jawa dan Tiga Menu Andalan yang Setia Mendampingi Perjalanan Presiden Prabowo
Presiden Prabowo ditemani tiga menu andalan dalam setiap penerbangan dinas, yakni kopi Hambalang, bakso, dan nasi bakar.

SULAWESI SELATAN — Dalam setiap sesi makan bersama Presiden Prabowo Subianto, ada tiga hidangan yang tak pernah absen: Kopi Hambalang, bakso, dan nasi bakar. Menu ini bukan sekadar santapan di Istana, melainkan juga dibawa serta dalam setiap penerbangan dinas, baik domestik maupun internasional.

Dirgayuza Setiawan, Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analis Kebijakan, menuturkan bahwa tim chef on board Garuda Indonesia selalu menyiapkan ketiga menu tersebut. Salah satu koki andalan adalah Chef Yudi Mulyadi, yang telah bertugas di Garuda Indonesia sejak 2012.

"Untuk penerbangan jarak jauh, Chef Yudi dan tim seringkali harus masak bakso dan nasi bakar di pesawat saat sedang terbang. Kalau ada bahan yang kurang, kita tidak bisa tiba-tiba beli bahan di warung," kata Yuza melalui pesan singkat, Selasa (16/6/2026).

Daun Pembungkus dan Sembako di Area Kru

Menurut Yuza, tantangan terbesar adalah memastikan keaslian rasa. Daun pembungkus nasi bakar harus jenis yang tepat dan dibawa langsung dari Indonesia. "Karena lidah orang Indonesia khas, hampir seluruh bahan masakan baku harus dibawa dari Indonesia," ujarnya.

Fakta menarik lainnya, area crew rest di pesawat yang biasanya digunakan untuk istirahat kru, berubah fungsi menjadi tempat penyimpanan sembako selama penerbangan presiden. "Fun fact, di setiap penerbangan jarak jauh Presiden, area crew rest tidak dipakai untuk istirahat karena dipakai untuk simpan sembako," seru Yuza.

Wejangan Kakek Pendiri BNI sebagai Fondasi Kepemimpinan

Di luar hidangan fisik, Yuza menyebut ada "menu" paling menarik yang tak pernah terlihat di meja makan. Menu itu adalah falsafah hidup yang diwariskan R.M. Margono Djojohadikusumo, pendiri Bank Negara Indonesia (BNI) dan anggota BPUPKI, yang juga merupakan kakek Prabowo.

"Dari beliau, dan dari guru-guru yang ditemuinya sepanjang hidup, Presiden Prabowo menyerap banyak falsafah Jawa yang kemudian menjadi fondasi cara berpikirnya, dan fondasi caranya membuat keputusan," kata Yuza.

Salah satu prinsip yang sering muncul adalah becik ketitik ala ketara: yang baik akan terlihat, yang buruk akan terungkap. "Saat menghadapi fitnah atau tuduhan yang tidak benar, Presiden sering mengingatkan bahwa kebenaran memiliki cara untuk menemukan jalannya sendiri, walau tidak cepat apalagi instan," tegas Yuza.

Prinsip Pemimpin: Sabdo Pandito Ratu hingga Ojo Dumeh

Yuza melanjutkan, Presiden Prabowo kerap menekankan sabdo pandito ratu, yang berarti ucapan seorang pemimpin adalah janji. Karena itu, ia selalu mengingatkan untuk berhati-hati dalam menyampaikan janji kepada publik.

Prinsip lain yang tak kalah ditekankan adalah rame ing gawe, sepi ing pamrih atau banyak bekerja, sedikit menuntut imbalan. "Fokuslah pada pekerjaan, bukan pada mendapatkan pujian," pesan Yuza menirukan Presiden.

Dalam soal kepemimpinan, ajaran ing ngarsa sung tulada menjadi yang paling sering dikutip. "Seorang pemimpin tidak cukup hanya memberi perintah. Ia harus menjadi contoh," ujar Yuza.

Presiden juga mengingatkan ojo dumeh (jangan sombong) dan ojo ngoyo (jangan memaksakan kehendak di luar kemampuan). "Ambisi penting, tetapi harus disertai perhitungan kemampuan yang matang," kata Yuza.

Kemenangan Tanpa Merendahkan dan Senyum Rakyat Kecil

Dalam perjuangan politik, Prabowo memegang prinsip menang tanpo ngasorake, yaitu kemenangan yang terbaik adalah yang tetap menjaga martabat semua pihak. Yuza menegaskan, kuliah kepemimpinan di meja makan Presiden selalu bermuara pada satu ukuran sederhana yang sering dikutip dari mantan Gubernur Jawa Timur, Cak Nur: yen wong cilik iso gumuyu—jika rakyat kecil bisa tersenyum, berarti kita berada di jalan yang benar.

Bagikan
Sumber: liputan6.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks