Pencarian

Pelajar SMAN di Bogor Diserang Kelompok Bermasker Usai Belajar Kelompok, Satu Luka Sabetan Gesper

Rabu, 10 Juni 2026 • 20:22:32 WIB
Pelajar SMAN di Bogor Diserang Kelompok Bermasker Usai Belajar Kelompok, Satu Luka Sabetan Gesper
Pelajar SMAN di Bogor Tengah diserang kelompok bermasker saat pulang belajar kelompok.

SULAWESI SELATAN — Korban berinisial MF, siswa kelas X SMAN, menderita luka akibat sabetan sabuk gesper saat dalam perjalanan pulang. Kapolsek Bogor Tengah Kompol Waluyo mengonfirmasi insiden tersebut terjadi setelah MF dan dua temannya, MR dan TM, selesai mengikuti kegiatan belajar kelompok di Taman Heulang.

Bonceng Tiga Jadi Sasaran Pengadangan

Ketiganya berboncengan menggunakan satu sepeda motor. TM bertindak sebagai pengendara yang mengantar pulang MR dan MF. Saat melintas di Jalan Ciwaringin, rombongan kecil itu dihadang dan diteriaki oleh sekelompok pelajar lain.

"Mereka membawa senjata tajam berupa pisau dan sabuk gesper. Ketiga korban langsung diserang dan disabet menggunakan gesper," kata Waluyo kepada wartawan, Rabu (10/6).

Akibat serangan mendadak itu, ketiga pelajar terjatuh dari motor. Salah satu pelaku yang memakai pakaian pramuka dan masker kemudian mengancam MF dengan pisau. Warga sekitar yang melihat kejadian segera berdatangan dan menghalau para penyerang.

Mediasi di Polsek, Orang Tua dan Pihak Sekolah Hadir

Seluruh pelaku dan korban digelandang ke Polsek Bogor Tengah. Pihak sekolah serta orang tua dari kedua kelompok pelajar yang terlibat diminta hadir untuk menjalani pemeriksaan dan mediasi.

"Hasil mediasi, kedua belah pihak menyatakan permasalahan selesai dan tidak akan menempuh jalur hukum," ujar Waluyo. Pembinaan terhadap para pelajar tersebut selanjutnya diserahkan sepenuhnya kepada pihak sekolah masing-masing.

Korban MF telah dibawa berobat oleh guru kesiswaan. Sementara itu, kepemilikan senjata tajam berupa gesper dan pisau yang digunakan dalam penyerangan masih dalam penyelidikan polisi.

Penyelidikan Kepemilikan Senjata Tajam Masih Berjalan

Polisi belum menetapkan tersangka dalam kasus ini. Waluyo menambahkan, meski masalah telah diselesaikan secara kekeluargaan, penyelidikan untuk mengungkap asal-usul senjata tajam tetap dilakukan. "Untuk pelajar yang membawa gesper dan pisau tidak diketahui kepemilikannya dan masih penyelidikan," imbuhnya.

Insiden ini menjadi pengingat akan potensi kekerasan di kalangan remaja yang kerap dipicu oleh persoalan sepele. Pengawasan dari pihak sekolah dan orang tua dinilai menjadi kunci untuk mencegah aksi serupa terulang di masa mendatang.

Bagikan
Sumber: news.detik.com

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks