MAKASSAR — Ketua TP PKK Sulsel, Naoemi Octarina, menyebut program ini sebagai langkah strategis membangun fondasi keluarga yang berkualitas di tengah meningkatnya tantangan sosial. "Sekaligus mendukung terwujudnya keluarga yang sejahtera, harmonis, aman, tentram, dan penuh kasih di Sulawesi Selatan," katanya dalam keterangan yang diterima di Makassar, Rabu (10/6/2026).
Materi yang Dibekali: dari Pola Asuh hingga Deteksi Dini Masalah Anak
Kegiatan yang berlangsung di Luwu Timur ini tidak hanya bersifat seremonial. Peserta dibekali materi yang menyentuh akar persoalan rumah tangga, mulai dari pola asuh dan komunikasi efektif dalam keluarga, edukasi berani speak up untuk mencegah kekerasan, hingga bahaya narkoba dan modus operasinya.
Tak ketinggalan, materi tentang pencegahan perkawinan anak dan dampaknya terhadap kesehatan reproduksi juga menjadi sorotan. Hal ini relevan mengingat angka pernikahan dini di sejumlah daerah di Sulsel masih menjadi pekerjaan rumah bersama.
Mengapa Program Ini Dianggap Penting?
TP PKK Sulsel melihat bahwa fungsi keluarga sebagai benteng pertama perlindungan anak mulai tergerus. Melalui program ini, mereka ingin memastikan setiap orang tua memiliki kemampuan deteksi dini terhadap permasalahan anak, termasuk risiko perilaku berisiko di kalangan remaja.
Peserta juga diajak mengikuti sesi fun learning tentang ketahanan diri. Pendekatan ini dipilih agar materi tidak terasa menggurui, melainkan bisa langsung dipraktikkan di lingkungan masing-masing.
Harapan: Lahirnya Keluarga Tahan Banting di Sulsel
Naoemi Octarina berharap program ini tidak berhenti di Luwu Timur. Ia ingin nilai-nilai SEHATi—Sejahtera, Harmonis, Aman, Tentram, dan Penuh Kasih—menjadi standar baru bagi setiap keluarga di Sulawesi Selatan. "Ini investasi jangka panjang untuk generasi yang lebih sehat secara mental dan sosial," ujarnya.
Dengan pendekatan komprehensif yang mencakup aspek agama, komunikasi, dan perlindungan anak, program ini diharapkan mampu menekan angka kekerasan domestik dan pernikahan dini yang kerap menghambat tumbuh kembang anak di daerah.