SULAWESI SELATAN — Kekalahan Argentina 0-1 dari Spanyol di partai puncak Piala Dunia 2026 di Stadion New Jersey tak hanya menyisakan kekecewaan, tetapi juga memicu kontroversi. Sebagian suporter menganggap wasit Slavko Vincic lebih memihak Spanyol, sehingga muncullah petisi daring yang mendesak laga diulang. Hingga saat ini, petisi tersebut telah mengumpulkan 82.603 tanda tangan.
82.000 Tanda Tangan untuk Ulangan Final
Petisi itu menjadi respons atas sejumlah keputusan wasit yang dinilai kontroversial oleh pendukung Albiceleste. Meski demikian, Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) tidak serta-merta mendukung aksi tersebut.
Presiden AFA, Claudio Tapia, justru memberikan pernyataan yang mengejutkan. Ia menegaskan bahwa Spanyol layak menjadi juara, terlepas dari protes yang beredar.
Presiden AFA: Spanyol Pantas Menang
Dalam wawancara dengan Wales Online, Tapia mengakui keunggulan lawan secara gamblang. "Kami tidak mampu melewati Spanyol. Mereka tim yang lebih bagus, mereka meraih kemenangan yang pantas dan kita harus berani mengakui itu," ujarnya.
Ia menambahkan, "Dalam olahraga, kita harus belajar menerima kekalahan dengan kebanggaan yang sama seperti saat kita merayakan kemenangan." Pernyataan ini sekaligus meredam spekulasi bahwa AFA akan mengajukan protes resmi ke FIFA.
Messi dan Generasi Ini Tetap Dibanggakan
Kendati mengaku sakit hati karena kalah, Tapia tetap memuji perjuangan Lionel Messi dan kawan-kawan. "Ya, kami kalah di final, tetapi generasi ini telah memberikan kegembiraan yang luar biasa bagi negara kita. Argentina telah merayakannya karena tim ini sekali lagi membuktikan nilainya yang besar bagi rakyat kita," tutur Tapia.
"Kami merasa sakit hati karena memiliki mentalitas kompetitif, karena kami adalah tim yang paling banyak meraih gelar dalam sejarah dan karena posisi kedua tidak pernah memuaskan ambisi kami. Namun, kami tetap menjadi salah satu dari dua tim terbaik di dunia," pungkasnya.
Final Piala Dunia 2026 menjadi panggung terakhir bagi sejumlah pemain senior Argentina. Meski gagal mengulang sukses edisi 2022, capaian sebagai runner-up tetap dianggap sebagai prestasi gemilang oleh federasi.