Pencarian

Gubernur Sulsel Andi Sudirman Kerahkan Kapal dan Pesawat TNI AU Cari 24 Korban KM Nurul Salsa di Selayar

Jumat, 17 Juli 2026 • 18:24:31 WIB
Gubernur Sulsel Andi Sudirman Kerahkan Kapal dan Pesawat TNI AU Cari 24 Korban KM Nurul Salsa di Selayar
Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mengerahkan kapal dan pesawat TNI AU untuk mendukung pencarian 24 korban KM Nurul Salsa di perairan Selayar.

MAKASSAR — Sebanyak 74 orang berada di atas KM Nurul Salsa saat kapal tenggelam di perairan barat Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, Rabu (15/7/2026). Hingga Jumat (17/7/2026), Basarnas mencatat 49 penumpang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat, satu orang ditemukan meninggal dunia, dan 24 lainnya masih dalam pencarian.

Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menyatakan pihaknya langsung berkoordinasi dengan Basarnas Makassar sejak menerima laporan musibah tersebut. "Kami berkoordinasi dan telah mengerahkan kapal bersama Basarnas Makassar. Mohon doanya agar penumpang yang masih dalam pencarian segera ditemukan dalam keadaan selamat," ujarnya.

Armada Laut dan Udara Dikerahkan ke Titik Pencarian

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, mengatakan perkembangan operasi SAR terus dilaporkan kepada gubernur. Unsur yang terlibat meliputi Tim Rescue Pos SAR Selayar, KN SAR Kamajaya 104, KRI Marlin, dan KM Harapan Kita GT 104.

Dari udara, pesawat Boeing B737-200 milik TNI Angkatan Udara melakukan penyisiran untuk mendeteksi keberadaan korban. "Tim di lapangan akan terus bekerja secara maksimal dengan tetap mengutamakan keselamatan personel. Kami juga memohon doa dari masyarakat agar seluruh korban yang masih dalam pencarian dapat segera ditemukan," kata Arif.

Cuaca dan Gelombang Jadi Kendala di Lokasi Kejadian

KM Nurul Salsa berangkat dari Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng, Selayar, sekitar pukul 05.00 WITA. Kapal dilaporkan mati mesin saat berada di perairan barat Pulau Polassi, sekitar 43 mil laut dari Pelabuhan Benteng. Gelombang setinggi 2,5 meter kemudian menerjang kapal dan mempersulit proses penyelamatan.

Operasi pencarian masih berlangsung berdasarkan Search and Rescue Action Plan (SARMAP). Tim SAR gabungan terus menyisir titik-titik yang diperkirakan menjadi lokasi korban hanyut, sambil menyesuaikan strategi dengan kondisi cuaca dan arus laut terkini.

Sinergi Basarnas dan Pemprov Sulsel Diperkuat

Arif menambahkan bahwa koordinasi dengan Gubernur Sulsel menjadi bagian penting dalam penanganan bencana ini. Seluruh unsur yang terlibat bekerja maksimal di lapangan meski dihadapkan pada kondisi cuaca yang menantang.

Pemprov Sulsel memastikan dukungan logistik dan armada akan terus dikerahkan hingga proses pencarian 24 korban dinyatakan selesai oleh Basarnas. Masyarakat diimbau untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan menunggu data resmi dari tim SAR di lapangan.

Bagikan
Sumber: bukamatanews.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks